SELATPANJANG, GORIAU.COM - Perusahaan minyak dan gas bumi Energi Mega Persada (EMP) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Siak, Riau, yakni EMP Malacca Strait SA, menfokuskan program corporate social responsibility (CSR) pada pengembangan pangan olahan sagu dan pengelolaan produksi pohon karet secara moderen.

Demikian disampaikan COO Energi Mega Persada (EMP) dan General Manager EMP Malacca Strait SA Bagus C Kartika, dalam forum Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (MAPIPTEK) di Jakarta, Rabu (26/3). Dalam diskusi bertema "Pengembangan Industrialisasi Sagu Berbasis Inovasi Teknologi untuk Membangun Ketahanan Nasional" tersebut, hadir sejumlah tokoh nasional seperti mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, Deputi Bidang TAB BPPT Dr Listyani Wijayanti, Kepala Balitbang Kementerian Pertanian Dr Haryono MSc, Sekretaris Dinas Kabupaten Kepulauan Merannti H Sihana, dll.

Program pengembangan pangan olahan sagu dijalankan bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti. Sedangkan program pengelolaan produksi pohon karet dilaksanakan bagi masyarakat di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Dalam presentasinya Bagus C Kartika, mengatakan kedua program CSR yang dilaksanakan di dua Kecamatan tersebut merupakan hasil dari pemetaan sosial yang dilaksanakan oleh perusahaan pada kurun waktu 2005 dan 2006. Dari situ, mulai dikembangkanlah dua program tersebut secara sistematis dan partisipatif bersama tokoh masyarakat, pemerintah setempat dan masyarakat secara umum.

Gayung bersambut. Masyarakat dan para stakeholders di kedua wilayah tersebut menyambut baik adanya program utama kemasyarakatan itu dengan dengan membentuk kelompok kerja (pokja). Pokja Pos Merbau di Kecamatan Merbau yang fokus pada pengembangan sagu dan Pokja Karmelasi yang fokus pada pengembangan karet.

Dalam wadah pokja tersebut, sejumlah program pengembangan strategis mulai dilakukan. Mulai dari pelatihan, riset pasar, potensi pengembangan produk, hingga pengenalan terhadap aspek legal formal terkait kedua klaster industri yang tengah dijalankan.

Setelah komunitas mulai terbentuk, perusahaan bersama pokja dan para stakeholders menginisiasi pendirian lembaga keuangan mikro sebagai basis pendorong ekonomi para pelaku usaha di masing-masing wilayah. Di Kecamatan Merbau berdiri Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Mandiri Sejahtera (MS) 01 dan di Kecamatan Sungai Apit berdiri KJKS MS 02.

Seiring berjalannya waktu, kedua lembaga keuangan ini berkembang cukup pesat. Hingga di tahun 2013, KJKS MS 01 menjadi koperasi terbaik tingkat Kabupaten Kepulauan Meranti dan KJKS MS 02 menjadi koperasi terbaik ke-3 di tingkat Kabupaten Siak.

"Pencapaian ini tidak terlepas dari meningkatnya set dan omzet kedua lembaga tersebut secara signifikan," kata Bagus.

Dari kolaborasi yang berkelanjutan dan sistematis di antara para stakeholders, kedua program ini akhirnya berhasil mendorong sejumlah pelaku usaha di bidang masing-masing.

Dari program pengembangan pangan olahan sagu, Pokja Merbau di Kecamatan Merbau berhasil memunculkan sosok Edi Brow sebagai pelaku usaha sukses di bidang pangan olahan sagu. Selain itu, Pokja Karmelasi di Kecamatan Sungai Apit berhasil memunculkan sejumlah petani karet seperti Saefullah dan M Ali.

Edi Brow saat ini telah mampu memproduksi aneka ragam produk pangan olahan sagu dan memasarkannya hingga luar daerah Meranti, sedangkan Safullah dan M Ali telah berhasil mengembangkan ribuan bibit karet unggul untuk dipasarkan di sekitar wilayah Kabupaten Siak.

Heru mengatakan, program community development EMP MSSA tidak hanya berhenti pada pengembangan ekonomi berkelanjutan. Tetapi juga merambah pada ranah pendidikan dan kesehatan.

Program pendidikan dilakukan melalui program beasiswa tematik yang berkenaan dengan pengembangan sagu dan karet. "Dalam hal ini, para penerima beasiswa diarahkan untuk menempuh jurusan Ilmu Pertanian di IPB dan UIR," tutur Bagus.

Sedangkan untuk program kesehatan, EMP MSSA bersam stakeholders secara konsisten menyelenggarakan program pemberian makanan tambahan (PMT) dan program kelas ibu hamil. Program tersebut merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam pencapaian Millenium Development Goal's (MDGs) dalam aspek peningkatan kesehatan ibu dan penurunan angka kematian bayi.

"Kita berharap seluruh program ini mampu mendorong taraf hidup masyarakat agar lebih mandiri sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh," pungkasnya.(rls)