
PEKANBARU – Mantan Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di India, Aldrin Herwany, PhD resmi mencalonkan diri sebagai Rektor Universitas Riau periode 2026-2030. Lulusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Riau tahun 1995 tersebut telah mendaftar bersama tujuh kandidat lainnya untuk memimpin perguruan tinggi tersebut.
Dosen Perbanas Institute Jakarta ini membawa rekam jejak panjang di bidang akademik tingkat global. Aldrin menamatkan S2 Manajemen Keuangan di Universitas Padjajaran Bandung tahun 2004, lalu meraih gelar PhD bidang Administrasi Bisnis dari International Islamic University Malaysia tahun 2013.
Kapasitas kepemimpinan pria kelahiran Tanjung Karang, 16 Juni 1969 ini mendapat dukungan dan dinilai mumpuni oleh rekan sejawatnya.
"Kalau Unri mau maju dan berkelas dunia, Aldrin lah yang tepat untuk menjadi Rektor Unri," ungkap sahabat Aldrin di Jakarta, Willy Boy.
Bagi sosok yang pernah menempuh pendidikan di YKPP Pertamina Dumai ini, kontestasi pimpinan perguruan tinggi bukanlah hal baru. Tahun 2019, Aldrin tercatat lolos sebagai finalis tiga besar calon Rektor Universitas Padjajaran.
Berbekal rekam jejak sebagai inisiator West Java Economic Society, ekonom senior ini pernah memimpin lebih dari 100 nota kesepahaman internasional dan meraih Outstanding Research di Amerika Serikat serta Kosta Rika. Keahliannya mengintegrasikan Artificial Intelligence serta pengalamannya sebagai juri nasional TOP GRC dan TOP BUMD memberikan pandangan luas dalam menyelaraskan tata kelola universitas.
Dalam pencalonan kali ini, sosok yang juga dikenal sebagai public intellectual dan reviewer hibah LPDP tersebut mengusung visi menjadikan Universitas Riau sebagai mercusuar peradaban dunia di bidang energi dan lahan basah. Ia menawarkan sistem kepemimpinan tanpa sekat atau Zero-Ring System untuk menghapus kelompok eksklusif dan menciptakan transparansi.
Visi tersebut dijabarkan melalui misi strategis bertajuk Akselerasi Berbasis Amanah. Langkah utama berfokus pada transformasi tata kelola Zero-Asymmetry Information lewat sistem UNRI Amanah Ledger berbasis digital guna mewujudkan birokrasi bersih serta efisien yang memulihkan kepercayaan sivitas akademika.
Fokus selanjutnya mencakup kemandirian ekonomi lewat kemitraan strategis bersama BUMD dan industri untuk mengelola potensi sawit, migas, serta gambut Riau. Upaya hilirisasi ini akan didorong melalui pembentukan unit modal ventura internal Syirkah VC sebagai sumber pendapatan baru di luar Uang Kuliah Tunggal.
Guna mendukung iklim riset berstandar dunia, Aldrin menargetkan penyediaan minimal satu laboratorium bersertifikasi internasional di setiap fakultas. Kurikulum pendidikan juga disiapkan menyambut era Generasi Singularity dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan dan membuka program studi baru yang relevan terhadap tantangan transisi energi serta krisis ekologi lahan basah. (rls)