PEKANBARU, GORIAU.COM - Pemerintah Malaysia telah mengirimkan surat protes kepada Pemerintah Indonesia terkait kiriman kabut asap dari Provinsi Riau. Saat ini kabut asap di Riau sudah menjalar di beberapa kabupaten/kota, sehingga hampir menimbulkan tragedi kabut asap seperti awal tahun 2014.

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Riau, Irwan Effendi, Jumat (27/6/2014), mengatakan, Pemprov Riau juga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menangani karhutla tersebut.

"Kita dianggap Malaysia melakukan pembiaran. Kita sudah berbuat maksimal dan intinya tidak ingin juga bencana ini datang, itulah kemampuan kita," kata Irwan.

Karena disebutkannya, Pemprov Riau hingga kini terus melakukan upaya pemadaman dengan bom air setiap harinya. Beberapa pesawat dan helikopter juga terus dioperasikan untuk memantau dan menyiram kebakaran hutan dan lahan yang terjadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemprov Riau sudah membentuk Tim Satgas Penanggulangan Karhutla dan mendirikan posko di Lanud Roesmin Nurjadi Pekanbaru, Selasa (24/6/2014).

Di saat itu juga sekaligus Gubernur Riau (Gubri), H Annas Maamun mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Riau berstatus siaga darurat kabut asap. Wakil Gubernur Riau (Wagubri), H Arsyadjuliandi Rachman ditunjuk sebagai komando tim.

Kemunculan kembali titik api di Riau sudah dimulai sejak bulan lalu. Dimana seiring meluasnya kebakaran ditambah dengan cuaca ekstrim yang melanda Riau membuat kebakaran semakin meluas.

Setiap perkembangan titik api, Rokan Hilir selalu memuncaki angka tertinggi dari pantauan satelit, baik menggunakan Satelit NOAA maupun Terra dan Aqua. Seluruh tim yang telah dibentuk juga sudah diturunkan sejak pembentukan tim satgas dan posko seiring dikeluarkannya SK oleh Gubernur Riau.***