PEKANBARU - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Idi, Aceh, menjatuhkan vonis mati kepada narapidana (napi) Lembaga Permasyarakatan (LP) Pekanbaru, Riau, Faisal Nur dan istrinya, Murziyanti. Keduanya terbukti merupakan mafia sabu jaringan internasional.

Pada kasus yang sama, Majelis Hakim PN Idi menjatuhkan pula vonis penjara seumur hidup kepada 3 orang dan penjara 20 tahun kepada satu orang.

Dikutip dari detikcom, berdasarkan berkas putusan yang dirangkum Rabu (1/7/2020), jejaring ini cukup rapi dalam menyelundupkan sabu dari Malaysia ke Indonesia. Kasus penyelundupan sabu itu direncanakan sejak Juli 2019.

Pada 21 Agustus 2019, kapal yang membawa 20 kg sabu berlayar dari pelabuhan rakyat di Juru, Penang, Malaysia. Sesampainya di tengah perairan Malaysia-Indonesia, kapal yang disewa Saleh menghampiri. Paket sabu pindah dari satu kapal ke kapal lain.

Di tengah perjalanan, sabu dipindahkan lagi ke kapal lain. Hal itu untuk mengecoh petugas. Akhirnya 20 kg sabu masuk ke pelabuhan tikus di jalur sungai Simpang Ulim, Aceh Timur.

Paket sabu kemudian diestafetkan, namun diendus aparat dan komplotan ini diamankan tim BNN di Jalan Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Komplotan ini kemudian diadili secara terpisah.

Berikut daftar hukuman yang dijatuhkan PN Idi kepada masing-masing anggota komplotan ini:

1. Faisal Nur dihukum mati. Faisal adalah napi dengan hukuman 18 tahun penjara dan tinggal di LP Pekanbaru. Faisal mengendalikan dan menjadi otak penyelundupan tersebut.

2. Murziyanti dihukum mati. Muzriyanti adalah istri Faisal. Peran Murziyanti menelepon suaminya di dalam penjara sehingga seakan-akan telepon itu normal antara istri-suami. Ternyata dalam beberapa kali percakapan, mereka membicarakan penyelundupan itu.

3. Edi Saputra dihukum penjara seumur hidup. Edi diberi kepercayaan oleh Faisal untuk merekrut tim. Edi menyiapkan Rp53 juta/kg sabu bagi dana penyewaan kapal.

4. Ridwan dihukum penjara seumur hidup. Peran Ridwan cukup vital karena ia yang mencari kapal untuk mengambil sabu. Pengambilan sabu dilakukan di tengah laut yang dibawa dengan kapal dari Malaysia.

5. Marzuki dihukum penjara seumur hidup. Peran Marzuki juga tidak bisa diabaikan begitu saja. Ia yang menjemput sabu pelabuhan tikus di jalur sungai Simpang Ulim, Aceh Timur. Sabu itu kemudian disembunyikan di rumahnya.

6. Fitriani dihukum penjara 20 tahun. Ia menemani Murziyanti di Malaysia terkait penyelundupan itu.-