DURI, GORIAU.COM - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bengkalis menggelar Pekan Indrustri Makanan dan Kerajinan di Komplek Pujasera Kota Duri, kecamatan Mandau, kabupaten Bengkalis, Jumat (5/6/2015). Dimana Industri Kecil dan Menengah (IKM) harus terus berkembang dengan inovasi-inovasi, baik itu makanan maupun kerajinan. Karena kerajinan dan makanan melayu saat ini sudah dikenal hingga dunia International.

Selama Pekan Industri Makanan dan kerajinan ini berlangsung, akan diselengarakan juga sejumlah perlombaan diantaranya, perlombaan makanan dengan kategori pengolahan makanan berbahan ikan, berbahan ubi dan berbahan sagu. Selanjutnya lomba kerajinan kategori kerajinan tangan dari bahan kayu, dari bahan bekas dan kategori melukis. ‎Kepala Disperindag Kabupaten Bengkalis, Muhammad Fauzi mengatakan pertumbuhan dan perkembangan industri kecil dan menengah tidak terlepas dari kebijakan dan komitmen pemerintah daerah, sehingga program ini dapat dilaksanakan secara kontiniu. Dimana tujuannya agar pertumbuhan Industri Kecil Menengah (IKM) khususnya di kabupaten Bengkalis terus berkembang sehat dan kuat.

"Kegiatan ini sekaligus ajang promosi dan pengembangan passar bagi produk IKM khususnya produk pangan dan kerajinan. Ini juga salah satu upaya dalam memfasilitasi, mengangkat dan mempromosikan produk-produk unggulan daerah Bengkalis. Diharapkan para pelaku usaha IKM untuk lebih berinovasi dengan SDA dan menghasilkan produk yang bernilai tambah serta mampu menciptakan produk yang memiliki keunikan khas daerah," ungkap Muhammad Fauzi.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/05062015/2jpg-2391.jpgKepala Disperindag Kabupaten Bengkalis H M Fauzi menemani Sekdakab Bengkalis H Burhanuddin melihat stand 8 kecamatan.Peserta pekan industri makanan dan kerajinan ini terdiri dari pelaku usaha dari seluruh kecamatan di kabupaten Bengkalis, lembaga / asosiasi usaha, lembaga perbankan dan dunia usaha.

"Menariknya, selama kegiatan ini ada delapan stand kecamatan yang akan menampilkan produk-produk makanan dan minuman khas kecamatan yang ada, hasil kerajinan para pengrajinnya. Bahkan produk-produk hasil binaan SKPD, lembaga, maupun asosiasi yang ada di kabupaten Bengkalis juga ditampilkan. Pameran produk perdagangan para pelaku usaha, serta pameran dari pelaku usaha yang bergerak dibidang tekhnologi informasi,"jelas kepala Disperindag lagi.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bengkalis Ir Herliyan Saleh yang diwakili Sekretaris Daerah Bengkalis, Burhanuddin datang khusus untuk membuka acara Pekan Industri Makanan dan Kerajinan ke 3 di Mandau.

"Saya berharap ajang pekaan industri makanan dan kerajinan ini tidak hanya sekedar seremonial tahunan. Tapi hendaknya, bagaimana pelaku usaha dan stakeholder dapat melakukan evaluasi terhadap perkembangan produk industri makanan dan kerajinan di Bengkalis. Sehingga dapat diambil langkah-langkah konkrit untuk meningkatkan daya saing produk daerah," kata Burhanuddin dalam sambutannya.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/05062015/3jpg-2390.jpg

Sekdakab Bengkalis H Burhanuddin bersama Kepala Disperindag Bengkalis H Muhammad Fauzi foto bersama disalah satu stand yang ada.

Pada dasarnya, lanjut Burhanuddin, pemerintah kabupaten Bengkalis terus berupaya mengembangkan produk industri kecil dan menengah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat sendi perekonomian masyarakat yang menjadi pilar ekonomi kabupaten Bengkalis.

"Memang diakui, keradaan produk industri makanan dan kerajinan kabupaten Bengkalis belum dikenal orang banyak. Namun kondisi ini menjadi sebuah tantangan bagi stakeholder maupun pelaku usaha untuk lebih intensif dalam mempernalkan dan mempromosikan produk-produk industri makanan dan kerajinan yang ada dikabupaten Bengkalis," ulasnya.

Kegiatan ini, tambahnya, memang momen yang sangat tepat untuk promosi sebuah produk lokal. Selain itu juga perlu promosi dengan sarana internet, media masa, media online, media sosial maupun berbagai event lainnya. Pelaku usaha industri makanan dan kerajinan juga diminta dapat memperhatikan kualitas produk misalnya mengikuti standar nasional indonesia (SNI).

"Dari segi geografisnya, Bengkalis ini sangat diuntungkan. Berada dijalur pelayaran internasional dan berdekatan dengan negeri jiran, serta berada di perlintasan jalur Sumatra. Ini peluang besar untuk mempromosikan produk industri makan dan kerajinan kecamatan-kecamatan di Bengkalis. Tinggal bagaimana kita menyiasati dan mengambil peluang, agar produk kabupaten Bengkalis mampu bersaing dilevel regional," imbuhnya. ‎(ric)