PEKANBARU - Riau membuktikan diri bisa secara otonom mengelola keuangan. Buktinya meski APBD hanya Rp10 triliunan, namun hampir 40 persen diperoleh dari pendapatan asli daerah (PAD). Hingga akhir tahun 2022, realisasi PAD Riau dari lima sektor pajak mencapai Rp4 triliun atau lebih besar dari target Rp3,7 triliun.

"Realisasi pajak sampai saat ini mencapai 105 persen atau Rp4 triliun dari target Rp3,7 triliun," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau, Syahrial Abdi melalui Kepala Bidang Pajak, Muhammad Sayoga, Rabu (28/12/2022).

Lebih lanjut Yoga merincikan capaian realisasi lima sektor pajak diantaranya, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tercapai Rp1,292 triliun atau 104 persen dari target Rp1,236 triliun.

Kemudian pajak Bea Balik Nama Kendaraan (BBNKB) tercapai Rp1,120 triliun atau 106 persen dari target Rp1,052 triliun. Selanjutnya Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) realisasi Rp1,045 triliun atau 107 persen dari target Rp975 miliar.

"Sedangkan untuk pajak air permukaan terealisasi Rp45,6 miliar atau 104 persen dari target Rp44,3 triliun, dan pajak rokok tercapai Rp500 miliar atau 105 persen dari target Rp474 miliar," terangnya.

"Alhamdulillah untuk capaian pajak melebih target. Mudah-mudahan dengan sisa waktu beberapa hari lagi pendapatan pajak kita semakin meningkat lagi," tukasnya. ***