TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Hanya berselang lebih kurang 1 jam 30 menit dari bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Belaras Mandah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), hal yang sama juga terjadi Kelurahan Enok Kecamatan Enok Kabupaten Inhil sekitar pukul 12.30 WIB, Senin (16/6/2014).Akibat Longsor yang terjadi di Jalan Murni tersebut sebanyak 2 rumah warga jatuh ke sungai dan 3 rumah warga lainnya juga mengalami retak dan sedang menunggu saja untuk ikut jatuh.

''2 rumah sudah jatuh ke sungai dan 3 rumah lainnya sudah retak dan miring, namun warga dari 5 rumah tersebut sudah diungsikan,'' sebut Lurah Enok, Ambo Asek kepada GoRiau.com melalui telpon selulernya.

Tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan Kades Desa Belaras Mandah, Lurah Enok ini juga menjelaskan bahwa saat ini adalah musim dimana air surut kering (Inhil memiliki sistem pasang surut air laut), sehingga membuat tanah ditepian sungai menjadi mudah longsor.''Sekarang ini musim pasang surutnya sangat kering, tapi jika longsor itu memang biasanya tidak sekaligus, satu persatu rumah yang jadi korban,'' kata Ambo.

Ia juga menambahkan, di Enok sendiri sudah menjadi kegiatan rutin bencana tanah longsor, namun untuk tahun 2014, ini adalah yang pertama kalinya terjadi.''Di Enok sudah menjadi agenda rutin, setiap tahun itu pasti ada saja bencana tanah longsor,'' tambahnya.

Meskipun masyarakat telah sering diingatkan untuk tidak membangun rumah ditepi sungai, namun dikatakan Ambo masyarakat tetap tidak mengindahkan peringatan tersebut. ''Alasannya jika ditepi sungai mudah untuk bawa perahu, yam mau bagaimana lagi,'' terangnya. (ayu)