BAGANSIAPIAPI – Lima anak buah kapal (ABK) KM Ade Putra yang sempat hilang usai kapal mereka karam akibat angin kencang dan gelombang tinggi di Selat Melaka, akhirnya ditemukan selamat. Tim Rescue Unit Siaga SAR Rokan Hilir yang dikerahkan Basarnas berhasil mengevakuasi seluruh ABK, Ahad (4/5/2025) pagi.

Kelima ABK itu adalah Muktari (48) selaku nakhoda, Rinaldi (23) sebagai KKM, serta Sugianto (50), Kurnibanto (50), dan Basri (37). Mereka terombang-ambing selama beberapa jam di perairan antara Sinaboi dan Panipahan, sebelum ditemukan oleh tim SAR di titik koordinat 02°35'36" N – 100°56'39" E.

Evakuasi dilakukan usai Tim Rescue dari Rokan Hilir dan Dumai diturunkan langsung oleh Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi. Kelima awak kapal kemudian dibawa ke Panipahan, dan selanjutnya dipulangkan ke Bagansiapiapi menggunakan Ferry Sabar Jaya.

“Pukul 08.00 WIB pagi tadi mereka tiba di Panipahan. Lalu sekitar pukul 09.30 WIB telah sampai di Bagansiapiapi dan langsung pulang ke rumah masing-masing,” ungkap salah seorang petugas di Pelabuhan Oliong.

KM Ade Putra diketahui berlayar dari Bagansiapiapi menuju Port Klang, Selangor, Malaysia, membawa muatan kerang ekspor. Kapal dihantam cuaca buruk pada Sabtu (3/5/2025) malam dan mengalami kecelakaan laut di perairan Selat Melaka.

Warga Dermaga Oliong yang mengetahui aktivitas kapal tersebut menyebut, kapal tersebut rutin membawa kerang ke Malaysia dan pulangnya membawa buah dari luar negeri.

“Mana ada kapal ekspor pulang kosong, tentu muat buah untuk dibawa balik. Yang penting ABK selamat, itu yang utama,” ujar salah seorang warga.

Sementara itu, Windi, staf KSOP Bagansiapiapi, membenarkan kapal tersebut memang berasal dari Bagansiapiapi dan sempat dikabarkan hilang kontak. Ia memastikan kapal tersebut termasuk dalam kategori kapal ekspor.

Musibah ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem di Selat Malaka, namun upaya cepat dan tepat dari tim SAR berhasil menyelamatkan seluruh awak kapal. ***