
PEKANBARU - Perjuangan luar biasa ditunjukkan oleh Muhammad Amin Kiran demi menyempurnakan rukun Islam kelima. Jemaah haji asal Desa Pulau Payung, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar ini berhasil menuntaskan puncak haji meski harus melawan tiga penyakit kronis di tubuhnya.
Amin Kiran menghembuskan napas terakhirnya di pemondokan jemaah di Kota Makkah, Arab Saudi, Rabu (3/6/2026). Almarhum tercatat memiliki riwayat penyakit sesak nafas, diabetes melitus, dan hipertensi yang terus diawasi selama berada di Tanah Suci.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon menjelaskan bahwa kondisi fisik yang menurun tidak menyurutkan niat almarhum menyelesaikan ibadah. Seluruh rangkaian utama berhasil ditunaikan tanpa hambatan berarti.
"Almarhum memiliki riwayat penyakit sesak nafas, diabetes melitus, dan hipertensi. Meski demikian, seluruh rangkaian utama ibadah hajinya telah berhasil ditunaikan," urainya.
Semangat almarhum untuk kembali ke Tanah Air dan berkumpul bersama keluarga harus terhenti di Makkah. Rencana kepulangan yang sudah di depan mata berganti menjadi tempat peristirahatan terakhirnya di tanah suci.
Ketabahan keluarga di Tanah Air menjadi perhatian khusus jajaran instansi haji daerah. Duka mendalam turut dirasakan oleh rekan-rekan satu kelompok terbang (Kloter) BTH 10 Karom 11 yang menjadi saksi keteguhan almarhum selama beribadah.
"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini," tambahnya mengakhiri keterangan. ***