
PEKANBARU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas III Rumbai mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Program ini juga sejalan dengan 13 Program Akselerasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia di bawah Menteri Agus Andrianto. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah penanaman bibit jagung, pepaya, cabai, terong, kangkung, serta penyebaran benih ikan.
Selain kegiatan tersebut, Lapas juga menggelar pemberian bantuan berupa sarung, Alquran, beras, dan minyak goreng kepada anak yatim, fakir miskin, kelompok tani, santri, serta warga binaan pada Jumat (3/1/2025). Acara ini turut diwarnai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai komitmen untuk melanjutkan program ketahanan pangan.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan pejabat penting, termasuk Penjabat Wali Kota Pekanbaru Roni Rakhmat, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau Muhammad Lukman, dan Budi Argap Situngkir, Kakanwil Hukum Maluku Utara yang sebelumnya menjabat sebagai Kakanwil Kemenkumham Riau.
Selain itu, turut hadir Ketua DPP Santri Tani NU Rusli Ahmad, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Dansat Brimob mewakili Kapolda Riau, Kejati Riau, Kapolresta dan Kapolsek Rumbai, Danramil 08/Rumbai Bukit, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan Kota Pekanbaru, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning (Unilak), serta sejumlah camat, santri, kelompok tani, dan warga binaan.
Kalapas Terbuka Kelas III Rumbai, Patta Helena, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang diberikan oleh berbagai pihak dalam menyukseskan program ini.
"Program Asta Cita yang kita mulai di Lapas Terbuka Kelas III Rumbai ini saya harapkan dapat berlanjut dan memberikan manfaat bagi warga binaan, keluarga mereka, serta masyarakat luas," ujar Patta Helena.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga memberdayakan warga binaan agar memiliki keterampilan yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret Lapas Terbuka Rumbai dalam menyelaraskan program nasional dengan kebutuhan lokal, sekaligus menunjukkan kolaborasi efektif antara pemerintah, lembaga masyarakat, dan sektor pendidikan. (ant)