
PEKANBARU - Lantunan ayat suci Alquran dari Salsabila, juara MTQ Nasional ke-26, mengantarkan hikmadnya Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Riau dalam rangka peringatan Hari Jadi Provinsi Riau ke-59. Kegiatan peringatan Hari Jadi ke-59 ini dihadiri Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman, Selasa (9/8/2016).
Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Provinsi Riau ke-59 dipimpin Wakil Ketua DPRD Ir. H. Noviwaldy Jusman mengangkat tema, 'Melalui Hari Jadi Provinsi Riau, Kita Tingkatkan Kinerja Pemerintah Daerah Terhadap Pelayanan Publik Melalui Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Teknologi'.
Dalam pengantar sidang, Noviwaldy Jusman mengatakan, pada usia yang sudah lebih setengah abad, Provinsi Riau telah tumbuh sebagai provinsi berkembang di Indonesia. Namun di tengah perkembangannya, berbagai hal, problema dan persoalan serta tantangan semakin nyata.
"Pertambahan usia tidak sebatas kepada nilai dan angka, lebih dari itu hendaklah dijadikan waktu jedah untuk merenung diri dan berkonsentrasi terhadap apa yang akan dihadapi di masa yang akan datang," kata Noviwaldy Jusman.
Noviwaldy mengajak masyarakat Riau untuk selalu mengenang jasa para pahlawan yang sudah bersusah payah dalam mendirikan sekaligus memperjuangkan Provinsi Riau. Kepada generasi penerus, agar senantiasa menunjukkan semangatnya dalam meneruskan apa yang telah diperjuangkan oleh para pejuang.
"Dengan memperingati Hari Jadi ke-59 Provinsi Riau, mudah-mudahan Provinsi Riau kedepannya menjadi provinsi yang terbilang, cemerlang dan gemilang," harap pria yang pernah menjabat anggota DPRD Kota Pekanbaru ini.
Noviwaldy juga mengingat, saat ini di Riau tengah berlangsung pelaksanaan Pemilukada di Kota Pekanbaru dan Kampar yang akan digelar Februari 2017 mendatang. Ia pun berharap, akan lahir pemimpin yang benar-benar amanah dalam memimpin masyarakatnya.
"Kami mengimbau masyarakat kota dan Kampar agar senantiasa menjaga keamanan, ketertiban dari pihak yang ingin memecah belah. Kehidupan rukun dan damai yang selama ini sudah teruji, mesti dikedepankan," jelasnya.
Pembangunan bidang-bidang strategis, pengentasan kemiskinan, kepariwisataan dan lingkungan hidup, menjadi titik berat program pembangunan desa dan kota dalam mewujudkan masyarakat Riau yang sejahtera. Kata Noviwaldi pembentukan Riau 59 tahun yang lalu ini pada hakikat adalah rangkaian yang tidak dapat dipisahkan dengan cita-cita kekinian dan masa depan seluruh masyarakat.
Ia berharap dengan didukung semangat kebersamaan doa dan langkah yang sejalan antara pemerintah Riau dengan pihak legislatif. Secara optimisme akan dapat mewujudkan cita-cita daerah yang gemilang dan sejahtera.
"Riau yang memiliki sumber daya alam dan letaknya yang strategis, dan potensi sumber daya manusia yang semakin berkualitas dengan melakukan berbenah diri hari jadi provinsi Riau. kita tingkatkan kinerja pemerintah daerah terhadap pelayanan publik melalui penerapan sistem pemerintahan berbasis dan teknologi," ucapnya.
Pahlawan Daerah
Sementara itu Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman pada kesempatan itu menyerahkan 20 penghargaan kepada tokoh pahlawan sebagai pejuang kemerdekaan, pejuang agama, pejuang politik dan pemerintahan, dan pejuang budaya yang telah berjasa sebagai pahlawan bagi Provinsi Riau.
Mereka diantaranya Kolonel Abbas Jamil dari Kabupaten Siak, Abdul Latif Dt Bandaro Sati dari Kabupaten Kampar, Arifin Ahmad dari Kabupaten Bengkalis, Kolonel (Purna) H. Masnoer dari Kabupaten Bengkalis, H. Raja Roesli BA dari Kabupaten Kuantan Singing.
Kemudian Letkol (Purn) Hasan Basri Lilit dari Riau, Khadijah Ali dari Riau, Letda M. Boya dari Indragiri Hilir, O.K. Muhammad Djamil dari Kabupaten Siak, Brigjend HR Soebrantas Siswanto dari Kabupaten Bengkalis, Sultan Muhammad Zainal Abidin dari Rokan Hulu, Tengku Agung Syarifah Latifah Kabupaten Siak, Thoha Hanafi Kabupaten Indragiri Hulu, Bupati Tulus dari Rengat, Buya Ma'rifat Mardjani dari Kabupaten Kuansing.
Selanjutnya Tuan Guru Syekh Abdurahman Syidiq dari Indragiri Hilir dinobatkan sebagai pahlawan pejuang agama Islam. Datuk Muhammad Djohan dari Kepulauan Meranti, datuk Wan Abdurahman dari Pekanbaru dan H. Daeng Muhayan Nur dari Meranti sebagai pahlawan bidang politik pemerintahan. Serta DR (HC) Tennas Effendi sebagai pahlawan budaya dari Pelalawan.
"Nilai perjuangan mereka lah provinsi terdapat terus maju dan berkembang indah saat ini kepada mereka para tokoh yang sudah menulis kita semoga diberikan tempat yang layak dan semua perjuangan yang telah mereka persembahkan kepada negeri ini semoga menjadi amal sholeh dan mendapatkan imbalan," ungkapnya.
Melalui Hari Jadi, Gubri mengatakan Provinsi Riau akan terus berusaha dan berkarya sesuai dengan Visi Riau 2020, mewujudkan Riau sebagai pusat perekonomian dan kebudayaan Melayu dalam lingkungan masyarakat yang agamis di Asia Tenggara tahun 2020. "Kami telah berusaha menurunkan dan meningkatkan apa yang menjadi tujuan kita bersama, termasuk penyesuaian visi Riau 2020," ucap Arsyajuliandi Rachman.
Dia mengatakan, pertambahan usia bukan masalah angka, tetapi wujud untuk mengevaluasi diri. Peringatan Hari Jadi Riau yang ke-59 merupakan momentum tepat sebagai bahan renungan sesungguhnya sejarah mendirikan Bumi Lancang Kuning dengan segala kisah sedih didalamnya yang patut diketahui oleh generasi penerus.
Gubri beberkan apa yang sudah tercapai di tahun ini dalam kepemimpinannya. Antara lain, realisasi pencapaian Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) Provinsi Riau untuk saat ini berada di 10 besar dengan total realisasi sekitar 18,110 triliun.
Kemudian berhasil dalam menurunkan jumlah penggangguran yaitu dari 199.948 orang (6,72 persen) pada Februari2015 menjadi 176.948 orang (5,94 persen) pada Februari 2016. Jumlah penduduk miskin pada bulan Maret 2016 tercatat 515.040 jiwa (7,98 persen) dimana sebelumnya pada bulan Maret 2015 tercatat 531.039 jiwa (8,42 persen).
''Jadi Penduduk Miskin Riau mengalami penurunan sebesar 15.098 jiwa atau 3,01 persen,'' sebutnya.
Kemudian disampaikan juga, pembangunan manusia terus mengalami peningkatan yang ditandaidengan Index Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2015 seesar70,84 dimana di tahun 2014 sebesar 70,33 point. Atau terjadi peningkatan sekitar 0,51 point.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Forkompinda Riau, bupati/walikota yang ada di Riau, mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, mantan ketua DPRD Riau, tokoh masyarakat Riau, anggota DPR RI asal Riau Jon Erizal dan Said Abubakar, anggota DPD RI asal Riau Gafar Usman dan Instiawata Ayus, DPD RI asal Sumut Iskandar Batubara dan DPD RI asal Aceh Gazali Abas serta perwakilan pemerintahan dari Sumbar, Sumut, Kepri, Jambi dan Sumsel.(Advetorial)