
PEKANBARU, GORIAU.COM - Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau) akan menggelar Dialog Kebangsaan dengan menghadirkan mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) era Presiden BJ Habibie, Letjen (Purn) H Syarwan Hamid, bertempat di Balai Adat Melayu Riau, Senin malam (9/12/2013), pukul 19.30 sampai selesai.
''Pak Syarwan Hamid sudah menyatakan kesediannya untuk hadir pada Dialog Kebangsaan ini,'' kata Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau Drs. Syahril Abubakar, M.Si, kepada wartawan, di Balai Adat Melayu Riau, Sabtu (7/12/2013).
Syahril mengatakan pada Dialog Kebangsaan yang mengambil tema Putra Melayu Riau Membuka Palang Pintu Reformasi ini akan hadir sebagai narasumber Ketua Umum DPH LAM Riau Al Azhar, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UIR Dr. Ahmad Tarmizi Yusa, MA dan Ketua Program Studi Administrasi Publik Pascasarjana Universitas Islam Riau (UIR) Indra Syafri, M.Si.
Syahril mengatakan pada Dialog Kebangsaan tersebut Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UIR Dr. Ahmad Tarmizi Yusa, MA akan membentangkan makalah dialog berjudul Reformasi Politik di Indonesia, Mengenang Peranan dan Jasa Putra Melayu Riau Letjen. (Purn). H. Syarwan Hamid.
Sementara Ketua Program Studi Administrasi Publik Pascasarjana UIR Pekanbaru Indra Syafri, M.Si, akan membentangkan makalah dialog berjudul Kejatuhan Orba, Reaksi dan Situasi Politik Lokal di Riau Menyikapi Reformasi.
Menyinggung tema yang diambil pada Dialog Kebangsaan kali ini yaitu Putra Melayu Riau Membuka Palang Pintu Reformasi, Syahril menjelaskan tema tersebut sengaja dipilih untuk mengingat dan mengenang kembali peranan dan jasa H Syarwan Hamid bagi lahirnya reformasi di negeri ini.
Menurut Syahril, tokoh nasional asal Riau yang pernah mendapat gelar kehormatan adat Datuk Seri Setia Lela Negara dari LAM Riau pada 26 November 2000 ini merupakan tokoh militer reformis yang berperanan penting bagi lahirnya reformasi pada tahun 1998 silam.
''Pak Syarwan yang ketika itu menjabat sebagai Wakil Ketua MPR DPR dari Fraksi ABRI sebagai orang yang membuka 'palang pintu' Reformasi, semua orang akan ingat itu,'' kata Syahril.
Namun sayangnya, hingga kini peranan dan jasa H Syarwan Hamid sepertinya seakan terlupakan meskipun fakta sejarah mengenai peranan dan jasa beliau bagi lahirnya reformasi di negeri ini tidak bisa terbantahkan.
''Andai saja Pak Syarwan itu figur yang berasal dari Pulau Jawa, saya yakin nama beliau disetarakan orang dengan tokoh besar nasional lainnya,'' ujar Syahril.
Ketua Panitia Dialog Kebangsaan LAM Riau Drs. H. Zahrial, MP didampingi Bidang Humas Zul Azhar, S.Pi mengatakan panitia mengundang peserta Dialog Kebangsaan sebanyak 300 orang. Peserta Dialog Kebangsaan berasal dari unsur tokoh masyarakat, tokoh politik, ulama, paguyuban/etnis di Pekanbaru, veteran, tokoh pemuda, akademisi, mahasiswa, birokrat, dan jemputan lainnya.
''Kami berharap kegiatan ini akan berjalan lancar sebagaimana yang kita harapkan bersama,'' kata Zahrial. (rls)