
BAGANSIAPIAPI – Nelayan kapal tangkap ikan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Jumat (5/12/2025) sekitar pukul 16.30 WIB kembali menemukan sesosok mayat terapung di perairan Panipahan. Temuan itu menjadi yang ketiga dalam kurun waktu berdekatan di wilayah tersebut.
Mayat tanpa identitas berjenis kelamin laki-laki itu pertama kali dilihat oleh anak buah kapal KM Hasil Bersama GT 30 Nomor 206 saat mereka mencari ikan di titik koordinat 02°26.000 N – 100°28.000 E, perairan Pasir Limau Kapas. ABK kemudian mendekati lokasi dan mengevakuasi jasad tersebut ke kapal.
Jasad Mr X itu dibawa menuju Panipahan dan tiba di kota terapung tersebut sekitar pukul 19.35 WIB. Setelah tiba, temuan ini dilaporkan ke Polsek Panipahan untuk penanganan lebih lanjut.
Kanit Reskrim Polsek Panipahan, Aipda Ilyas, dihubungi Sabtu (6/12/2025) dini hari menyampaikan bahwa para ABK yang menemukan mayat tersebut sudah dimintai keterangan. Mereka adalah Hendrik (39) warga Tanjung Balai Asahan, Roy (27), Junaidi (30) warga Tanjungbalai Asahan, Sembong (54) warga PT Timbul Jaya, Wait (26), dan Asan (36) dari PT Timbul Jaya.
"Data yang kami himpun, sekitar pukul 16.30 WIB KM Hasil Bersama yang dinakhodai Hendrik sedang mencari ikan. Saat kapal berada di koordinat tersebut, salah seorang ABK melihat mayat mengapung. Kapal kemudian mendekat dan mengevakuasinya," ucap Aipda Ilyas.
Sekitar pukul 19.00 WIB, kapal tiba di pelabuhan penyeberangan Panipahan. Petugas Puskesmas kemudian memeriksa kondisi jasad tersebut. "Pemeriksaan dilakukan segera setelah kapal merapat," jelasnya.
Berdasarkan hasil visum Puskesmas Panipahan, kondisi tubuh korban mengalami kerusakan parah. Kepala dan kedua tangan rusak, telinga kanan dan kiri tidak utuh, hidung hilang, serta kedua kaki rusak. Perut korban masih utuh, sementara bagian kelamin juga mengalami kerusakan. Korban diperkirakan memiliki tinggi sekitar 160 sentimeter, mengenakan kaus oblong warna coklat dan *life jacket*. Di lehernya ditemukan kalung berwarna hitam.
"Dugaan sementara korban meninggal akibat tenggelam sekitar 14 hari lalu," ungkap Aipda Ilyas.
Catatan media ini menunjukkan bahwa penemuan mayat tanpa identitas di perairan Panipahan sepanjang Jumat (5/12/2025) sudah berjumlah tiga orang. Seluruh korban diduga kuat terkait peristiwa karamnya kapal di laut saat angin kencang dan ombak besar melanda kawasan tersebut. ***