JAKARTA - Penerapan protokol kesehatan di pondok pesantren menjadi salah satu perhatian khusus Senator asal Jawa Timur AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dalam rangkaian kegiatan reses di Jatim.

Bagi LaNyalla, protokol Kesehatan di Ponpes sangat penting, karena proses belajar-mengajar dilakukan tatap muka.

Dalam kunjungannya di Ponpes Al Iman, Ponorogo, LaNyalla melihat secara langsung proses belajar-mengajar dan aktivitas santri di dalam pondok. Menurutnya, penerapan protokol kesehatan di Ponpes Al-Iman sudah sangat bagus. Semua santri putri terlihat telah menggunakan masker, termasuk ketersediaan tempat cuci tangan.

"Saat melihat proses belajar mengajar cukup bagus. Semua santri telah menggunakan masker dan bisa menjaga jarak. Saya berharap ini tetap dijaga agar pandemi cepat berlalu," ujar LaNyalla, Kamis (15/10).

Dalam kunjungan tersebut, Ketua DPD RI ini juga menerima aspirasi dari Ketua Yayasan Ponpes Al Iman, Babadan Ponorogo KH Zulkarnain yang mengaku selama ini pelaksanaan protokol kesehatan di ponpes menggunakan dana swadaya dari yayasan.

"Kami berharap ada campur tangan pemerintah dalam pengadaan alat rapid test, masker, hand sanitizer dan fasilitas lainnya," ujar Kiai Zulkarnain.

Tak hanya itu, ia juga mengeluhkan perbedaan kebijakan antara Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan Provinsi soal kegiatan belajar tatap muka.
"Kemenag memberi ijin kegiatan belajar tatap muka. Tetapi Dinas Pendidikan tidak memberi izin," jelasnya.

Menanggapi keluhan mereka, LaNyalla mengaku akan menindaklanjutinya dengan meneruskan dan menyampaikannya ke eksekutif.

LaNyalla juga sebelumnya berkunjung ke Pondok Pesantren Termas Pacitan dan disambut langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Termas, Kiai Fuad. Di Termas, mantan ketua Kadin Jatim ini juga melakukan pemantauan protokol kesehatan. "Alhamdulillah. Saya melihat proses belajar mengajar sudah cukup bagus dan semoga terus terjaga," tegas LaNyalla.***