PEKANBARU - Kualitas udara di sejumlah wilayah Provinsi Riau belakangan ini terus mengalami penurunan hingga menyentuh level tidak sehat. Kondisi tersebut merupakan dampak langsung dari meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu munculnya kabut asap.

Menyikapi situasi lingkungan ini, Sekretaris Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Provinsi Riau, dr Indra Yovi mengimbau masyarakat untuk segera mengambil langkah perlindungan diri. Salah satu upaya paling krusial adalah mendisiplinkan kembali penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Proteksi Diri dan Rekomendasi Masker

Masker berstandar N95 dinilai sebagai pilihan paling efektif untuk saat ini karena mampu menyaring partikel polutan asap sisa pembakaran hutan yang berukuran sangat kecil, yakni PM 2,5.

"Masker yang paling direkomendasikan yakni masker N95. Tetapi minimal pakai masker bedah biasa untuk kondisi sekarang sudah cukup, karena masker N95 kadang susah didapat dan harganya relatif mahal," jelasnya.

Selain upaya perlindungan di luar ruangan, dr Indra juga merekomendasikan pemakaian alat penjernih udara (air purifier) di dalam rumah. Alat ini berfungsi membersihkan partikel asap yang tak sengaja masuk, sehingga masyarakat terhindar dari polusi di dalam ruangan.

Penyesuaian Aktivitas dan Nutrisi

Paparan kabut asap yang semakin pekat turut memaksa masyarakat untuk membatasi kegiatan fisik. Berbagai aktivitas olahraga yang biasanya dilakukan di ruang terbuka sebaiknya ditunda sementara waktu hingga kualitas udara kembali normal.

"Aktivitas olahraga di luar rumah seperti bersepeda ataupun jogging dengan kondisi sekarang sebaiknya ditunda," paparnya.

Sebagai langkah antisipasi dari dalam tubuh, masyarakat diminta memperbanyak konsumsi cairan. Asupan air putih yang memadai sangat diperlukan guna menghindari dehidrasi sekaligus mencegah keluhan tenggorokan kering akibat terus-menerus menghirup udara yang bercampur partikel asap.

"Masyarakat kami imbau untuk dapat menjaga kesehatan, seperti minum air putih yang cukup. Serta makan makanan yang sehat dan bergizi," tambahnya.

Perlindungan Ekstra Kelompok Rentan

Perhatian khusus juga diarahkan kepada kalangan yang rentan mengalami gangguan pernapasan parah jika terpapar polusi udara. Kelompok ini diminta untuk benar-benar meminimalisasi kegiatan di luar rumah demi menghindari risiko yang fatal.

"Kelompok rentan seperti lansia, mereka yang memiliki penyakit paru sebaiknya menghindari aktivitas di luar rumah," pungkasnya. ***