PEKANBARU, GORIAU.COM - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Rekonsiliasi Provinsi Riau merasa prihatin dengan kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Riau karena penanganannya dinilai tidak maksimal.

''KSPSI baru saja berulang tahun yang ke-41, semoga hal ini menambah kedewasaan kami dalam berpikir dan berbuat yang bermanfaat bagai pekerja khususnya,'' kata Ketua KSPI Provinsi Riau Hermansyah, usai mengikuti rapat dengan pengurus KSPSI Pusat dan pengurus KSPSI Riau lainnya, di ruang tunggu Gubernur Riau, Senin (24/2/2014).

Bersama Hermansyah pada saat itu bersama Ketua KSPI Rekonsiliasi Syahril Abubakar, Ketua DPP KSPSI Rekonsiliasi Sudibyo, dan sejumlah pengurus KSPSI Riau lainnya berharap ke depan Provinsi Riau yang dipimpin Gubernur yang baru H Annas Maamun yang juga pernah duduk di kepengurusan KSPSI memiliki kepedulian secara maksimal dengan menempatkan orang-orang yang profesional dan memiliki kompetensi di dinas teknis.

''Dengan cara ini, akan nyambung dan bersinergi antara asosiasi pekerja dengan dinas teknisnya,'' kata Hermansyah.

Hermansyah mengatakan jika selama ini terdapat gap antara asosiasi pekerja dengan dinas teknis, untuk ke depannya jangan sampai ada lagi caranya dengan menempatkan personil-personil yang lebih profesional dan memiliki kompetensi di bidang ketenagakerjaan.

''Persoalan ketenagakerjaan ini banyak, apalagi kita akan menghadapi peristiwa global dimana tenaga kerja asing bisa masuk,'' ujarnya.

Dia menegaskan hal ini tentu membutuhkan pemikiran-pemikiran yang terkonsep dan apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasinya. ''Apakah untuk menggali parit saja harus menggunakan orang dari Filipina atau orang Taiwan?,'' kata Hermansyah dengan nada bertanya.

Untuk itu, lanjut Hermansyah, Riau juga harus mempersiapkan diri dalam artian bukan saja sebagai wacana tetapi juga bagaimana untuk mengaplikasikannya secara nyata di lapangan.

''Apalagi Riau merupakan wilayah perbatasan yang dekat dengan negara-negara ASEAN, bagaimana kita mempersiapkan diri. Seharusnya bukan mereka [tenaga kerja asing] yang datang kemari, tetapi kita yang harus datang ke sana,'' ujarnya.

Dia mengatakan menyiapkan keahlian (skill) tenaga kerja menjadi tugas semua pihak atau semua stakeholder ketenagakerjaan. Sayangnya, hal ini selama ini kurang mendapat perhatian.

''Makanya ke depan, dinas teknis harus benar-benar mampu dan cakap  untuk bidangnya dan mempunyai kompetensi untuk itu. Sepanjang tidak memiliki kompetensi maka akan berjalan monoton karena tidak punya konsep. Kami sungguh merasa prihatin,'' katanya.

Selain itu, Hermansyah mengatakan DPD KSPSI Riau berharap Provinsi Riau dapat menjadi tuan rumah Kongres KSPSI ke-8 yang direncanakan digelar tahun ini.

''Rapim [rapat pimpinan] menetapkan tahun 2014 ini, Kongres sudah harus digelar mengingat kepengurusan KSPSI yang sekarang adalah kepengurusan rekonsiliasi,'' kata Hermansyah. (rls)