
PEKANBARU - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau resmi meluncurkan program Sekolah Pemilu Hijau (Green Election School) Tahun 2026 sebagai langkah inovatif menggabungkan pendidikan demokrasi dan pelestarian lingkungan bagi kalangan mahasiswa. Peluncuran yang menjadi bagian dari Rumah Pintar Pemilu (RPP) ini diselenggarakan di Kantor KPU Provinsi Riau, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan edukasi pemilih ini digelar secara hibrida. Secara luring, acara dihadiri jajaran pejabat KPU Provinsi Riau, perwakilan instansi pemerintah, dan organisasi lingkungan hidup. Sementara itu, jajaran KPU kabupaten dan kota se-Provinsi Riau turut mengikuti jalannya kegiatan secara daring.
Ketua KPU Provinsi Riau, Rusidi Rusdan menjelaskan bahwa inisiatif yang merupakan pengembangan dari Sekolah Pemilu dan Demokrasi ini menghadirkan 16 sesi pembelajaran khusus. Tujuannya adalah membangun budaya demokrasi yang berintegritas sekaligus berwawasan ekologi.
"Melalui Sekolah Pemilu Hijau, kami berharap lahir agen-agen perubahan yang tidak hanya memahami demokrasi dan kepemiluan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas," urai Rusidi, Jumat (7/8/2026).
Kolaborasi Lintas Sektor
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Riau, Irjen Pol DR Herry Heryawan hadir sebagai pembicara utama dengan membawakan materi bertajuk 'Membumikan Gagasan Green Policing dan Pemilu Hijau di Indonesia'. Ia menyoroti pentingnya pendekatan kepolisian untuk mendorong kesadaran kolektif menjaga lingkungan melalui perubahan pola pikir dan budaya.
"Green Election dan Green Policing memiliki tujuan yang sama. Penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu langkah strategis untuk mewujudkan Green Election yang berkelanjutan," jelas Kapolda Riau.
Inisiatif ini juga mendapat apresiasi dari Anggota KPU RI, August Mellaz yang membuka kegiatan secara virtual mewakili Ketua KPU RI. Menurutnya, program yang digagas KPU Riau ini menjadi contoh nyata perpaduan pendidikan pemilih dengan aksi pelestarian lingkungan.
"Ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan pemilu dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan," tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa komitmen KPU terhadap isu lingkungan telah diwujudkan dalam berbagai aksi nyata. Salah satunya adalah penanaman lebih dari lima juta bibit pohon secara serentak di seluruh Indonesia saat pelantikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) saat Pemilu 2024 lalu.
Sebagai penanda dimulainya program edukasi ini, KPU Provinsi Riau menyerahkan bibit pohon secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa. Aksi tersebut menjadi simbol komitmen penyelenggara pemilu untuk terus mengintegrasikan partisipasi pemilih dengan aksi nyata pelestarian alam sekitar. ***