
SELATPANJANG - Pencarian M Afis (24) warga Kayuara Rangsangpesisir ABK Kapal KM Lesatari 5 GT 25 nomor 902/PPE yang tenggelam di Perairan Pulau Rangsang, Kepulauan Meranti, Riau, Jumat (9/9/2016) membuahkan hasil. Laki-laki berusia 24 tahun itu ditemukan terjepit besi dan telah meninggal dunia ketika timbul ke permukaan laut.
M Hafiz ditemukan sekitar pukul 11.45 WIB hari Sabtu tanggal 10 September 2016 oleh masyarakat, polisi, dan pihak-pihak terlibat pencarian sejak Jumat siang.
Jasad M Hafiz ditemukan setelah warga berhasil menarik besi (yang menjadi muatan kapal) ke permukaan. Saat itulah, jasad M Hafiz ikut timbul ke permukaan dalam keadaan tertelungkup dan sudah meninggal dunia.
"Kami melakukan pencarian di sekitar TKP tertelungkupnya Kapal KM 5 GT23. Bermula dari penemuan besi muatan kapal. Saat besi itu ditarik menggunakan kaitan, bersamaan muncul pula jasad korban. Sudah meninggal dunia dalam keadaan tertelungkup," ujar Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Barliansyah SIk melalui Kapolsek Rangsang Ipda B Purba kepada GoRiau.
Setelah ditemukan, tambah B Purba, jasad korban dinaikkan ke atas sampan. Kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Kayuara Kecamatan Rangsangpesisir. "Keluarga tidak menginginkan korban divisum. Mereka menerima kejadian tersebut dikarenakan musibah ini adalah murni kecelakaan," tambah B Purba lagi.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KM Lesatari 5 GT 25 nomor 902/PPE milik Suherman (65) warga Sonde berangkat dari Pelabuhan Telesung menuju jambatan Ladangkecil Desa Telesung Kec Rangsang Pesisir. Waktu itu kapal kayu ini bermuatan semen sebanyak 200 sak, beras 40 karung dan besi ukuran 8 inchi 100 batang.
Sesampainya di perairan Pulau Rangsang, Desa Telesung Kecamatan Rangsangpesisir, tiba-tiba kapal kayu dengan tiga ABK itu oleng dan langsung tertelungkup. Dua dari tiga ABK, Azman (37) warga Tanahmerah dan Edy Saputra (41) warga Kayuara, Kecamatan Rangsangpesisir berhasil selamat. Sementara satu orang lainnya M Afis (24) warga Kayuara Rangsangpesisir tenggelam dan hilang. ***