
BENGKALIS, GORIAU.COM - Penangkapan tersangka pembunuh operator alat berat RAPP membuktikan bahwa Polres Bengkalis selama ini tidak pernah diam untuk mengungkap kasus pembunuhan dan pembakaran alat berat PT RAPP.
''Kendati memakan waktu, tapi kita buktikan pelaku berhasil kita amankan. Dari hasil pemeriksaan kedua pelaku juga terungkap bahwa dua hari sebelum melakukan aksi, keduanya bersama pelaku lain menggelar pertemuan. Rapat tersebut membahas aksi apa yang akan mereka lakukan, sebab aksi demonstrasi yang sering mereka lakukan terkesan kurang ditanggapi dan kurang berkesan,'' ujar Kapolres Bengkalis AKBP Ulung Sampurna Jaya SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Dalizon dan Kasubag Humas Ipda Andri Saputra kepada sejumlah wartawan, Kamis (11/4/2013).
Dalam rapat itu juga terungkap ada kata-kata ''harus ada kuping yang dipotong''. Artinya, aksi yang akan mereka lakukan harus lebih keras dari aksi-aksi sebelumnya, harus ada korban yang jatuh.
''Selesai rapat, mereka bergerak dari Desa Mengkirau menuju Sungai Suak. Jarak perjalanan dari Mengkirau ke Sungai Suak sendiri memakan waktu dua hari. Saat tiba di lokasi, masing-masing pelaku masih berupaya meyakinkan diri, apakah mereka akan melakukan aksi sesuai rencana. Saat itulah YN sebagai orang pertama yang menembak operator alat berat,'' tambah Dalizon.
Setelah melakukan aksinya, membunuh dan melakukan perusakan dan pembakaran alat berat, pelaku melarikan diri. Saat penangkapan terhadap YN, dirinya mengaku kalau senjata untuk menembak korban sudah dibuang.
Siapa dalang atau otak dalam kasus tersebut, menurut Dalizon adalah MR. Sesuai pemeriksaan yang dilakukan, MR yang bertindak sebagai pengendali rapat, membagi tim dan turut serta dalam aksi pembunuhan tersebut.
''Keduanya diancam dengan pasal 340 dan 170 tentang pengrusakan, pembakaran dan pembunuhan berencana. Saat ini keduanya kita amankan di tahanan Polres Bengkalis,'' imbuhnya.
Seperti diketahui, sejumlah aksi demontrasi yang digelar sejumlah elemen masyarakat menolak kehadiran PT RAPP di Pulau Padang, berujung pada pembunuhan terhadap salah satu operator alat berat milik perusahaan. Diikuti dengan aksi pembakaran dan perusakan terhadap alat berat dan aset perusahaan lainnya.
Sebelumnya diberitakan, setelah hampir dua tahun mengumpulkan bukti-bukti, Polres Bengkalis akhirnya berhasil meringkus dua pelaku pembunuhan operator alat berat milik PT RAPP di Sungai Kuat, Pulau Padang, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Mei 2011. Penangkapan pelaku pembunuhan sekaligus perusakan dan pembakaran itu membuktikan Polres tidak pernah berhenti mengungkap kasus ini.
Dipaparkan Kapolres, dua pelaku pembunuhan yang diamankan adalah MR dan YN. YN ditangkap di Teluk Belitung pertengahan Maret lalu, sedangkan MR diamankan di Bandar Lampung awal Februari.
''Penangkapan MR terkait kasus pemadaman listrik di Merbau beberapa waktu lalu itu menjadi pintu masuk untuk mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi sekitar dua tahun itu. Ternyata MR adalah otak sekaligus pelaku dalam aksi pembunuhan operator alat berat di Sungai Kuat tersebut,'' jelas Kapolres.
Dari hasil pemeriksaan keduanya, terungkap YN adalah pelaku penembakan operator alat berat dengan menggunakan senapan lantak. Setelah menembak korban, pelaku langsung melakukan perusakan dan pembakaran alat berat lalu kabur. (jfk)