
PASIRPANGARAIAN, GORIAU.COM - Komitmen pimpinan daerah termasuk kunci sukses lembaga ekonomi Badan Usaha Milik Desa Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam (UED-SP) dalam menjadikan lembaga ini sebagai pilar ekonomi masyarakat.
Hal ini terungkap saat workshop fasilitator pembina Bumdes di Hotel Siapadia Pasir Pangaraian, Kamis (23/10/2014). Kegiatan selain dihadiri Bupati Rokan Hulu Achmad, turut hadir Kepala Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (BPMPD, sebanyak 33 fasilitator dan stafnya, pengurus BUMdes Kecamatan Rambah dan sekitarnya.
Kegiatan itu dimulai dari 22-26 Oktober 2014 dengan themanya ''Dengan workshop kita Tingkatkan Kinerja Demi Menuju Desa Mandiri Bersama BUmdes''.
Disampaikan Bupati Rokan Hulu, pengurus BUMDes harus punya kemampuan dan keterampilan, jadi perlu pengawasan secara terkontrol baik dalam program, sarana dan. mangamen.
''Harapan saya, BUMDes harus kita kembangkan, kini 68 UED-SP belum menjadi BUMDes, peranannya harus semakin besar di kalangan masyarakat, nanti jika ada Kepala Desa (Kades) tidak peduli dengan lembaga itu tentu saya koreksi bahkan bisa dijatuhkan sanksi, kalau fakta di lapangan ada kepala tidak peduli sebab dia selaku komisaris bisa diberikan sanksi," papar Achmad.
Jika Kades tak mendukung, tapi alasanya harus rasional, sebab UED-SP BUmdes menjadi lokomotif ekonomi masyarakat di pedesaan, Jadi kalau sudah menjadi lokomotif, di sana ada enegri dan power di sana, jadi BUMDes sama dengan lembaga ekonomi lainnya, seperti koperasi, perbankan, jadi kekurangan-keurangan selama ini terus bisa dikoreksi.
Ratusan ribu masyarakat sudah memanfaaat lembaga ini, karena BUMDes dan UEd-SP, selaku pengelola dan bekerja berbaur di dalam masyarakat, karena ada kriteria masyarakat senang meminjam dan susah mengembalikan, tapi masih ada masyarakat senang meminjam dan senang juga mengembalikan.
''Jadi perbanyaklah interaksi, sebab salah satu misi kita supaya kehidupan orang miskin bisa ditingkatkan, yang pengangguran dapat bekerja lagi, jadikan prioritaskan nasabah konstruktif dari pada nasabah konsumtif,'' jelas Achmad.
Diutarakannya, misinya lembaga ini untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahtaraan masyarakat, infratsruktur masyarakat terbantu, pengangguran terentaskan. ''Saya sudah informasikan ada Bumdes membantu lembaga pendidikan, di seluruh sektor kehidupan harus ada keterlibatan BUMDes,'' katanya lagi.
Lembaga ini jadi alternatif ekonomi masyarakat, modal utama dalam pengelolaan BUMDes yakni kejujuran, membangun komunikasi, kemudian berkeja keras, kegiatan ini, termasuk investasi ilmu, pengalaman, lembaga ini harus tetap jadi primadona dalam pengembangan ekonomi masyarakat. (ram)