PEKANBARU – Upah Minimum Provinsi (UMP) Riau tahun 2023 yang hanya Rp3.191.662,53 dinilai ketua komisi V DPRD Riau Robin PH, masih terlalu kecil," Nilai terlalu kecil, tak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan pekerja bersama keluarganya selama satu bulan," jelas Robin Rabu (7/12/2022).

Apa yang disampaikan Robin cukup beralasan karena biaya yang wajib dikeluarkan oleh pekerja bukan hanya kebutuhan pokok sehari-sehari namun biaya tempat tinggal, biaya kebutuhan sekolah anak dan biaya lainnya jika dihitung tentunya dengan nilai UMP 2023 sangat tidak cukup.

Robin mengatakan perusahaan harus memperhatikan kecukupan biaya hidup para pekerjanya karena jika gaji atau upah yang masih minim tentunya akan mempengaruhi produktifitas para pekerja, sebab para pekerja pikirannya terbebani dengan bagaimana menutupi kekurangan biaya hidup dirinya dengan keluarga.

"Jadi perusahaan wajib memperhatikan kesejahteraan para pekerjanya, kalau pekerja sejahtera produktivitas kinerjanya meningkat yang untungkan juga perusahaan," kata politisi PDIP ini mengingatkan.

Terkait penolakan UMP Riau yang disampaikan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Robin mengaku heran dan tidak tahu apa yang menjadi alasan Apindo menolaknya," Kok ditolah, UMP Riau ini nilainya jauh dari standar kehidupan layak, kok malah keberatan karena nilainya menurut mereka terlalu tinggi? Kesejahteraan pekerja harus menjadi pertimbangan perusahaan," imbuhnya.

Sebelumnya Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Riau, Wijatmoko Trisno menolak kenaikan upah minimum provinsi (UMP) Riau tahun 2023 sebesar 8,61 persen. Penolakan itu karena penetapan 2023 itu dinilai telah menyalahi aturan atau tidak sesuai prosedur. (kl2)