
NURUL Anis Izzati Muzafar Shah tidak menyangka ketaatannya menunaikan shalat fardu (lima waktu) akan menjadi jalan hidayah bagi majikannya, Aariz Yee.
Dikutip dari dream.co.id yang melansir my metro, Nurul mengisahkan, dia menjadi karyawati di toko roti milik Aariz Yee sejak 20 Oktober tahun lalu. Aariz Yee yang saat itu belum masuk Islam sering membantu Nurul ketika tiba waktu shalat.
''Saya bekerja sebagai asisten penjualan di toko roti milik dia sejak 20 Oktober tahun lalu. Awalnya dia sering 'menggantikan' saya, sementara saya mengerjakan shalat," tutur Nurul.
Pria keturunan Tionghoa berusia 29 tahun itu rela jauh-jauh datang ke toko untuk menggantikan Nurul agar wanita itu bisa menunaikan shalat.
Rupanya ketaatan Nurul menunaikan shalat menarik perhatian pria Malaysia itu.
''Dia juga sering bertanya soal shalat, aurat, dan Islam. Jadi saya tidak menyangka dia punya niat untuk memeluk Islam,'' kata Nurul.
Ketika Aariz Yee menyatakan keinginan untuk bersyahadat (memeluk Islam), Nurul langsung memberitahukan kepada keluarganya. Karena Nurul sendiri merasa masih belum cukup ilmu.
''Alhamdulillah, keluarga banyak membantu dalam memudahkan dia memeluk agama Islam dari awal hingga sekarang,'' ujarnya.
"Setelah lebih kurang satu bulan menjadi mualaf, dia menyatakan keinginannya untuk menikah dengan saya,'' sambung Nurul.
Beruntung kedua belah pihak keluarga tidak menghalangi, bahkan mendukung hubungan Nurul dan Aariz Yee.
Anak ketiga dari enam bersaudara ini mengatakan pribadi Aariz Yee yang sopan, baik dan lemah lembut saat berbincang membuatnya tertarik.
''Dia memperlakukan saya dengan baik. Kesungguhannya mendalami Islam juga membuat saya kagum. Dia bisa hafal Al-Fatihan dalam sehari saja,'' ujar gadis dari Pasir Mas, Kelantan, ini.
Nurul dan Aariz Yee rencananya akan melangsungkan pernikahan pada bulan Desember tahun lalu. Namun terpaksa tertunda karena menunggu proses pembuatan KTP baru dan pendaftaran di kantor agama yang perlu waktu lama.
''Jadi kami tunggu saja sampai semua proses pembuatan dokumen selesai, jika ada rezeki bisa kita mulai secepatnya,'' harap Nurul.
Sementara itu, Aariz Yee, yang juga anak bungsu dari empat saudara, berkata, dia memilih untuk menjadi mualaf bukan karena ingin menikah dengan Nurul.
''Saatnya minta izin ke orangtua (menjadi mualaf), mereka tidak langsung setuju. Perlu waktu empat hari bagi mereka untuk memberikan jawaban,'' kata Aariz Yee.
''Orangtua akhirnya setuju dan berpesan agar saya bertanggung jawab serta tidak main-main (setelah jadi mualaf),'' ujarnya.
''Memang sangat tertarik untuk masuk Islam. Dan sekarang setelah belajar lebih dalam, saya makin berminat dengan agama ini,'' pungkas Aariz Yee.***