
PEKANBARU, GORIAU.COM - Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan terus berupaya meminimalisasi dampak kesehatan akibat asap. Pihaknya pun telah mengirimkan tenaga medis ke sejumlah provinsi termasuk Riau. Ada 10 dokter spesialis paru dan 5 perawat dikirim ke Riau.
Namun dokter ahli yang dikirim Menkes tersebut hanya 5 hari bertugas di Riau . Padahal terkait penanganan kesehatan terhadap korban asap tidak bisa dilakukan secara instan atau hanya selama 5 hari saja.
''Para dokter dan perawat yang dikirim Menteri Kesehatan Nila Moelok, sudah bekerja di sejumlah Kabupaten di Riau, sejak 9 Oktober 2015,'' ujar Kadiskes Riau Andra Sjafril. Tim tersebut saat ini sedang berkumpul di kantor Diskes, dan direncanakan besok siang sudah kembali ke kampung daerah asal tempatnya bertugas.
Hal tersebut diungkapkan Andra, ketika GoRiau.com sengaja mengkroscek ke Posko Ramayana, Selasa (13/10/2015).
"Di posko ramayana sudah tidak ada tim dokter dari Kemenkes Mas, saat ini mereka di Kantor Disker Riau, karena besok sudah pulang kampung," terang Andra.
Terkait kedatangan tim medis dari Kemenkes yang hanya berlangsung 5 hari, Menteri Kesehatan Nila Moelok kepada GoRiau.com menjelaskan, bahwa tim tersebut memang bekerja selama 5 hari saja.
"Dokter yang kita kirim bukan hanya di Riau saja mas, tapi ke Provinsi lain juga, seperti Sumsel dan Jambi, mereka bekerja diluar Provinsi, ada yang dari RSUP Fatmawati, RSUP M Jamil dan RSUP Medan, mereka ini bekerja hanya 5 hari, kemudian akan digantikan dengan tim berikutnya dengan jumlah Dokter yang sama, penanganan medis terhadap masyarakat akan terus berlanjut, hanya saja mereka (Dokter-red) yang diganti," tutur Nila Moelok kepada GoRiau.com, Selasa (13/10/2015).
Menkes juga menambahkan, pihaknya selain mendatangkan tim medis, juga sudah mengirimkan logistik kesehatan berupa obat dan masker ke Provinsi Riau.
"Untuk logistik kesehatan berupa obat, oksigen, masker, dan paket gizi, sudah hampir setengah ton obat untuk ISPA dan 800 oxcygen, yang kita kirim ke Riau, disamping itu juga sudah kita kirimkan 100 ribu masker bedah, 800 lembar masker n95, termasuk bantuan masker dari BNPB 1000 helai masker n95," tukas Menkes.
Penambahan bantuan masker juga dilakukan pemerintah pada 6 Oktober 2015 lalu. Khusus Provinsi Riau, ada penambahan masker biasa sebanyak 500 ribu dan masker N95 sebanyak 8.500.(dnl)