PEKANBARU, GORIAU.COM - Anggaran Bawaslu di pos hibah, APBD murni 2013 sebesar Rp10 miliar hingga kini belum cair. Sedangkan pengusulan anggaran di APBD Perubahan sudah berjalan. Namun, persoalan anggaran ini masih membuat Bawaslu Riau tidak puas. Apa yang dialami pada pengusulan anggaran di APBD murni kembali terulang di APBD Perubahan.

Ketua Bawaslu Riau, Edy Syarifuddin mengatakan, permintaan Bawaslu di APBD Perubahan, sebesar Rp59 miliar. Permintaan itu sebagai rasionalisasi kebutuhan Bawaslu dalam menjalankan tugas-tugas pengawasan.

Namun, dalam rapat dengan Bappeda Riau, kemarin anggaran Bawaslu kembali diciutkan sebesar Rp49 miliar. Artinya, Bappeda kembali mengusulkan anggaran untuk Bawaslu Riau hanya Rp10 miliar di APBD Perubahan. Alasan Bappeda pun menurut Edy terkesan dibuat-buat.

"Mereka mengatakan terjadi defisit anggaran. Kita menilai ini gak benar. Kalau iya defisit, kita minta mereka menyampaikan secara tertulis, biar publik tahu. Kita juga gak tahu, sedangkan anggaran yang lama saja belum cair, permintaan di APBD Perubahan dipangkas pula," ungkap Edy, Selasa (18/6/2013).

Diceritakan Edy, awalnya Bawaslu Riau mengajukan anggaran lebih Rp100 miliar. Kemudian dirasionalisasi atas usulan DPRD Riau, hingga menjadi Rp69 miliar. Kemudian, hanya disetujui Rp10 miliar.

"Coba bandingkan berapa banyak pangkasnya. Keadaan itu terulang lagi," ujarnya.

Sementara itu, divisi organisasi dan SDM Bawaslu Riau menilai ada upaya pelemahan fungsi Bawaslu. Hal itu seperti disengaja dan terus berlanjut. Padahal Bawaslu juga mempunyai strukturisasi lengkap sampai ke desa-desa.

"Kita persis sama dengan KPU," katanya.

Dikatakan Rusidi, berdasarkan UU nomor 15 tahun 2011 tentang pnyelenggara pemilu, peran fungsi Bawaslu sama pentingnya dengan KPU.

"Kami ibaratkan dua tangan, jika satu tidak berfungsi artinya cacat organ tubuh penyelnggara pemilu itu sendiri," katanya.

Apapun yang terjadi, Bawaslu sepakat menolak anggarannya kembali dipangkas. Rp59 miliar di APBD Perubahan dianggap sudah final.

"Ya, kalau masih diciutkan, lebih baik Pilgubri yang ditunda," ujarnya.(kha)