
PEKANBARU- Memiliki 7 kursi di DPRD Riau dan menjabat sebagai anggota DPR RI dapil Riau II, memberi peluang besar bagi Ketua DPD Partai Gerindra Riau H Nurzahedi alias Eddy Tanjung untuk bertarung di pemilihan gubernur Riau (pilgubri) pertengahan 2018 mendatang.
Bahkan, dari informasi yang dirangkum GoRiau.com, sejumlah figur menyatakan kesiapannya mendampingi Eddy Tanjung, jika maju di pilgubri nanti. Seperti Asisten I Sekdaprov Riau Ahmad Syah Harrofie. Mantan Pj Bupati Bengkalis ini terlihat hadir di Aula Lantai 8 RS Aulia Hospital, Selasa (23/5/2017), saat Eddy Tanjung menyerahan 4 unit mobil ambulance dari PT Pertamina kepada 4 desa di Riau.
Kendati kehadiran Ahmad dipenghujung acara, namun percakapan kedua sosok calon pemimpin Riau itu terlihat hangat. Sesekali tertawa kecil. Suasana pun begitu mencair.
"Ngak, saya ke sini silaturahmi saja," kata Ahmad Syah Harrofie menjawab pertanyaan GoRiau.com terkait kehadirannya di acara tersebut.
Jawaban diplomatis juga disampaikan Eddy Tanjung. Dirinya mengaku sudah cukup banyak bertemu dengan tokoh-tokoh Riau, baik yang berasal partai politik maupun birokrat untuk membahas pilgubri. Namun, sejauh ini belum ada keputusan apa pun yang diambilnya untuk maju di pilgubri nanti.
"Saya orangnya terbuka saja, tak hanya Pak Ahmad Syah Harrofie, yang lain juga banyak kita jumpa, bicara masalah pilgubri," kata Eddy kepada GoRiau.com.
Kendati semua DPC Partai Gerindra se-Riau sudah menyatakan dukungan kepada Eddy Tanjung untuk maju sebagai calon gubernur di pilgubri nanti, namun dirinya mengaku butuh pertimbangan yang matang untuk menyatakan sikap.
Bagi Eddy, hasil survei internal yang akan dilaksanakan Partai Gerindra awal bulan Juli nanti merupakan tolak ukur yang logis apakah dirinya maju di pilgubri.
"Siapa sih ngak mau jadi gubernur? Tapi kan perlu pertimbangan yang matang. Banyak faktor yang harus dilihat, seperti kesiapan dan kemampuan. Betul ngak kita dibutuhkan masyarakat, tentu dilihat hasil survei dulu," katanya.
Andai saja hasil survei bagus dan dirinya dinilai layak maju di pilgubri, lanjut Eddy, ada hal yang lebih penting lagi untuk menentukan, yakni restu keluarga besarnya.
"Kalau hasil survei bagus, mungkin kita pikirkan lagi. Apakah keluarga mendukung ataua tidak. Kalau ada figur yang lebih baik dan diinginkan masyarakat Riau, kita juga siap serahkan Partai Gerindra ke mereka. Intinya, kita realistis saja, kita ikuti kemana air mengalir," tutup Eddy Tanjung, seraya menambahkan tak tertutup kemungkinan koalisi parpol di Pilkada DKI Jakarta bisa terjadi di Pilgubri.***