JAKARTA, GORIAU.COM - Kepala Subdit Bidang Ormas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik, Bahtiar mengungkapkan, saat ini Subdit Ormas Kesbangpol yang dipimpinnya  sedang merancang program revolusi mental bagi organisasi kemasyarakatan (Ormas). Peserta program revolusi mental adalah para pemimpin atau pengurus Ormas. Di harapkan, setelah menjalani prorgram tersebut, para pemimpin atau pengurus Ormas, bisa menyerap semangat revolusi mental, dan mewujudkannya dalam tindakan maupun kegiatan organisasi.

''Para pemimpin Ormas harus didorong untuk menjadi pelopor revolusi mental. Hal tersebut dilakukan sebagai  percepatan dalam mendukung agenda prioritas Mendagri (Menteri Dalam Negeri),"  kata doktor ilmu pemerintahan dari Universitas Padjadjaran tersebut di Jakarta, Jumat (13/3/2015).

Program revolusi mental untuk Ormas kata Bahtiar, akan diwujudkan dalam bentuk orientasi kepemimpinan dan kaderisasi Ormas. Menurut dia, orientasi kepemimpinan dan kaderisasi sangat penting bagi Ormas. Alasannya, karena Ormas merupakaan  salah satu candradimuka bagi para calon pemimpin bangsa.

''Makanya harus didorong mereka. Selain itu beliau-beliau,  para pengurus atau anggota juga dilibatkan. Sehingga mereka jadi pengurus Ormas yang  profesional, mandiri dan akuntabel," kata Bahtiar.

Ia berharap, setelah para pengurus atau pemimpin Ormas ikut orientasi kepemimpinan dan kaderisasi, mereka benar-benar punya wawasan kebangsaan yang kuat. Selain punya karakter serta memiliki kepribadian sebagai bangsa Indonesia.  Karena posisis pemimpin Ormas sangat strategis, ia harus menjadi alat pemersatu bangsa dan penjaga kedaulatan negara.

''Program pelatihan kepimimpinan dan kaderisasi Ormas dalam pelaksanaannya kita libatkan narasumber atau pelatih yang berkompeten untuk memperkuat subtansi atau materinya,'' kata Bahtiar.

Bahtiar menambahkan, program revolusi mental bagi Ormas, merupakan inovasi dari Direktorat Ketahanan Seni, Budaya,  Agama dan Kemasyarakatan Kesbangpol. Dan ini sejalan dengan  agenda prioritas Mendagri yang sedang mengimplemtasikan  semangat Tri Sakti dan Nawacita.

''KPK, PPATK dan Lemhanas nanti akan kita libatkan. Selain praktisi, misal dari kalangan media, juga dari para tokoh masyarakat,'' ujarnya. (gus)