JAKARTA – Novak Djokovic dan Andy Murray resmi mengakhiri kerja sama kepelatihan mereka setelah enam bulan berjalan. Kabar perpisahan dua legenda tenis dunia ini diumumkan pada Selasa (14/5/2025), dan menjadi penutup dari salah satu kolaborasi paling mengejutkan dalam dunia olahraga raket.

Kerja sama yang dimulai pada November tahun lalu itu menandai langkah baru dalam karier Murray setelah pensiun dari dunia profesional pada 2024. Saat direkrut, Murray belum memiliki pengalaman melatih, namun dipercaya untuk memimpin tim pendukung Djokovic di luar lapangan.

“Terima kasih kepada Novak atas kesempatan luar biasa untuk bekerja sama, serta kepada seluruh timnya atas dedikasi dalam enam bulan terakhir. Saya mendoakan yang terbaik bagi Novak di sisa musim ini,” ungkap Murray dalam pernyataan resminya.

Di bawah arahan Murray, Djokovic sempat menunjukkan performa meyakinkan, termasuk kemenangan atas Carlos Alcaraz di Australian Open. Namun, kebangkitan itu terhenti setelah cedera memaksanya mundur di semifinal melawan Alexander Zverev.

Usai cedera tersebut, performa Djokovic terus menurun. Ia mencatat kekalahan di pertandingan pembuka pada dua turnamen terakhirnya, yang disebut-sebut menjadi faktor utama berakhirnya kemitraan ini.

Djokovic juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Murray atas peran dan dukungannya selama masa kerja sama.

“Terima kasih, Pelatih Andy, atas semua kerja keras dan dukungan baik di dalam maupun luar lapangan. Saya menikmati setiap momen kolaborasi ini, dan senang bisa memperdalam persahabatan kita,” ujar Djokovic.

Saat ini, Djokovic masih tercatat sebagai pemilik gelar tunggal Grand Slam terbanyak dalam sejarah tenis putra, dengan total 24 gelar. (ant)