
PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus bergerak cepat menjaga daya beli masyarakat. Langkah konkret ini dibuktikan dengan rencana gelaran operasi pasar murah volume ke-23 yang akan menyapa warga Kabupaten Kampar, Kamis (5/2/2026) hari ini.
Kepala Disperindagkop UKM Provinsi Riau, Taufiq Oesman Hamid mengatakan, sepanjang awal tahun 2026, pihaknya telah melakukan intervensi pasar secara masif. Hingga saat ini, tercatat 22 titik lokasi telah berhasil disambangi oleh tim pasar murah Pemprov Riau untuk menekan lonjakan harga.
"Per hari ini, Pemprov Riau melalui TPID telah menggelar operasi pasar murah sebanyak 22 kali. Terbaru, hari ini kita sukses melaksanakannya di Pasar Limbungan Baru, Kota Pekanbaru," ujar Taufiq Oesman Hamid, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk memastikan stabilitas harga pangan, terutama menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri. Taufiq menegaskan bahwa operasi pasar ini akan digilir secara adil ke 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau.
"Kita upayakan dalam sepekan itu selalu ada pasar murah yang berkeliling. Meskipun saat ini pelaksanaannya masih dominan di Kota Pekanbaru, namun daerah lain tetap menjadi prioritas kami secara bergantian," tambahnya.
Untuk agenda besok, Kamis (5/2/2026), pasar murah akan dipusatkan di halaman Kantor Desa Persiapan Kasang Kulim, Kabupaten Kampar. Masyarakat diimbau datang lebih awal karena kegiatan akan dibuka mulai pukul 08.00 WIB dengan tawaran harga yang jauh lebih miring dibanding pasar reguler.
Komoditas utama yang disediakan antara lain beras SPHP seharga Rp60.000 per 5 kg, serta beras Anak Daro dan Sokan seharga Rp81.000 per 5 kg. Selain itu, tersedia gula pasir Rp17.000 per kg, dan berbagai pilihan minyak goreng mulai dari Rp15.500 hingga Rp21.000 per liter.
Kebutuhan dapur lainnya seperti tepung tapioka dijual seharga Rp8.000 dan aneka garam mulai dari Rp2.000. Sementara untuk bahan pokok seperti cabai merah, bawang, kentang, dan telur ayam, harganya akan mengikuti harga langsung dari petani yang tetap dijamin lebih kompetitif. ***