
PEKANBARU, GORIAU.COM -Gubernur Riau H Annas Maamun sempat ngotot menolak mengumumkan nama-nama yang lulus seleksi CPNS Rokan Hilir formasi perekrutan 2013, sehingga muncul berbagai tuduhan terhadap mantan Bupati Rohil tersebut.
Dalam silaturahmi dengan pemimpin media massa dan pengurus organisasi wartawan di kediaman Gubernur Riau di Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Jumat (2/5/2014) malam, Annas Maamun mengungkapkan alasannya sempat menolak perintah Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) mengumumkan hasil seleksi CPNS Rohil tersebut, hingga tertunda berbulan-bulan. Menurut Annas, dia menginginkan aparat pemerintahan di Rohil harus diisi orang-orang yang tinggal di Rohil. "Boleh saja suku Batak, Jawa, Minang, Tionghoa, Sunda dan suku lainnya, tapi mereka harus berdiam di Rohil," tegas Annas.
Jadi, lanjut Annas, bukan karena anggota keluarganya tidak lulus CPNS, makanya dia menolak mengumumkannya. "Pernah ada wartawan menanyakan, apakah karena keluarga saya tidak lulus, makanya saya tak mau mengumumkan? Jadi, bukan itu alasannya. Sebab, 2 orang keponakan kandung saya termasuk yang lulus tu," jelas Annas.
Dikatakan Annas, menurut undang-undang, penerimaan CPNS di daerah merupakan kewenangan pemerintah daerah, bukan kewenangan pusat. "Sehingga pantas kalau kita menolak kebijakan pemerintah pusat mengirimkan CPNS ke Rohil dari daerah lain. Karena di Rohil juga banyak yang mau jadi CPNS, mereka tamatan perguruan tinggi di Riau. Etnisnya juga beragam, ada Jawa, Batak, Minang dan sebagainya. Bagi kita, yang penting mereka itu tinggalnya di Rohil," tegasnya.
Kalau pada akhirnya Annas Maamun mengumumkan hasil seleksi CPNS Rohil, menurutnya karena sudah ada kesepakatan dengan Menpan, bahwa ke depan, dalam penerimaan CPNS di Riau, yang diluluskan harus mayoritas warga yang berdiam di Riau.
"Kalau orang dari luar terus yang diterima, mau kita kemanakan pula tamatan UIR, Unri, UIN Suska, Lancang Kuning dan universitas lainnya di Riau. Satu universitas saja di Riau ini lulusannya bisa ribuan tu setiap tahun. Mereka ini kan harus kita pikirkan nasibnya," ujarnya, disambut tepuk tangan hadirin.hsn