
PEKANBARU – Gelombang keresahan masyarakat Panipahan terhadap maraknya peredaran narkoba kini mencapai titik puncak. Aksi gerakan massa yang terjadi di wilayah tersebut disebut sebagai bentuk akumulasi kekecewaan panjang warga terhadap lemahnya penegakan hukum.
Anggota DPRD Riau dari daerah pemilihan Rokan Hilir (Rohil), Dodi Saputra menyampaikan bahwa kemarahan warga bukan tanpa alasan. Ia mengaku sangat memahami keresahan masyarakat yang selama ini hidup di tengah ancaman peredaran narkoba yang dinilai semakin merajalela tanpa penanganan tegas.
“Peristiwa ini bukan terjadi begitu saja. Ini adalah akumulasi dari kekecewaan masyarakat terhadap kondisi yang seolah dibiarkan terus menerus,” ujarnya kepada goriau.com, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, masyarakat Panipahan menginginkan lingkungan yang aman, tertib, dan terbebas dari pengaruh negatif. Terlebih, narkoba dinilai menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda yang diharapkan mampu berprestasi dan membawa kemajuan bagi daerah.
Ia menegaskan, negara tidak boleh kalah oleh bandar narkoba yang merusak moral bangsa. Oleh karena itu, aparat penegak hukum diminta hadir secara nyata, cepat, dan tegas dalam memberantas jaringan narkoba hingga ke akar.
“Tidak boleh ada kesan pembiaran, apalagi dugaan adanya permainan di balik penegakan hukum. Aparat harus menunjukkan komitmen yang kuat,” tegasnya.
Lebih lanjut, politisi dari Partai Demokrat ini menyatakan berdiri bersama masyarakat Panipahan dalam menolak segala bentuk peredaran narkoba. Ia juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada aparat penegak hukum, di antaranya mendesak aparat untuk bertindak tegas, transparan, dan profesional.Selain itu, ia meminta penangkapan terhadap oknum yang terlibat serta proses hukum yang terbuka guna memulihkan kepercayaan publik. Ia juga mendorong pembongkaran jaringan narkoba secara menyeluruh, tidak hanya menyasar pelaku lapangan, serta menegaskan agar penegakan hukum dilakukan secara adil tanpa tebang pilih.
“Kemarahan rakyat adalah peringatan keras bagi negara. Ini harus dijawab dengan kerja nyata, bukan sekadar janji,” lanjutnya.
Ia berharap, dengan penegakan hukum yang tegas dan transparan, keadilan dapat dirasakan masyarakat tanpa harus kembali terjadi aksi massa. Negara, katanya, harus benar-benar hadir dan bekerja demi melindungi rakyat dari ancaman narkoba.
Situasi di Panipahan kini menjadi sorotan, sekaligus ujian bagi aparat penegak hukum dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat serta menciptakan rasa aman di tengah kehidupan warga. ***