SELATPANJANG - Warga Selatpanjang, Riau, mengeluhkan keberadaan Pasar Babi yang terletak tidak jauh dari Pasar Sandangpangan. Pasalnya, pasar babi yang terletak sekitar beberapa meter dari jalan itu kerapkali mengeluarkan bau tak sedap.

Keluhan itu sebagaimana disampaikan oleh salah seorang penjual sandal dan sepatu, Andi Lala (42). Kepada wartawan, Rabu (18/11/2015), Andi Lala mengaku merasa terganggu dengan keberadaan pasar babi yang bersebelahan dengan pasar sandang pangan itu. Kata laki-laki yang sudah 17 tahun berjualan sandal dan sepatu itu lagi, yang membuat tidak tahan baunya sangat menyengat.

"Baunya sangat menyengat. Apalagi kebanyakan kita para pedagang di sini mayoritas muslim," ujar Andi Lala.

Di sisi lain, Andi Lala juga berharap kepada dinas terkait untuk segera mengambil tindakan dan mencari solusi tentang pasar babi ini. "Pihak terkait coba cari solusi, entah pasar babi dipindahkan. Jadi, kia tidak terganggu, mereka tetap bisa jualan," tambahnya lagi.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan (DPKP) Kepulauan Meranti, Joko Surianto, di hari yang samamengatakan pemindahan pasar babi tersebut belum bisa dilakukan. Karena, pemindahan ini merupakan kewenangan Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DisperindagkopUKM).

"Yang mengeluarkan izin kan Disperindag, kurang pas aja jika langsung dilimpahkan ke kita terhadap pemindahan ini," kata Joko.

Joko juga mengatakan, bahwa mereka akan secepatnya berkoordinasi dengan Disperindag secepatnya menanggapi keluhan ini. "Kita siap berkoordinasi ke Disperindag jika akan melakukan tindakan pemindahan," tutup Joko Surianto. ***