
TELUKKUANTAN – Program makan bergizi gratis sudah berjalan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Saat ini, Badan Gizi Nasional (BGN) melalui mitranya Yayasan Tuah Karya Mandiri baru mampu melaksanakan kegiatan tersebut di dua sekolah, yakni SDN 001 Koto Taluk dan SDN 002 Koto Taluk.
Rosi Padli, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Kuansing, mengatakan saat ini baru ada satu dapur di Kuansing dan 800 ompreng yang tersedia. Idealnya, satu dapur memiliki kapasitas 3.500 paket makanan.
"Karena keterbatasan ompreng, makanya baru bisa di dua sekolah. Kendala saat ini ya ompreng tersebut," kata Rosi Padli kepada GoRiau.com, Selasa (18/2/2025) di Telukkuantan.
Dikatakannya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar kebutuhan ompreng bisa terpenuhi. Dia mengaku ompreng dari pusat masih dalam perjalanan.
"Kita masih menunggu omprengnya datang. Kalau sudah terpenuhi, tentunya program makan bergizi gratis ini menyasar sekolah-sekolah lainnya," kata Rosi Padli.
Untuk kadar gizi, Rosi Padli menyatakan bagwa makanan yang didistribusikan ke sekolah sudah ditakar oleh ahli gizi, sesuai kebutuhan anak SD. Menu makanan yang diberikan ke anak sekolah akan berganti setiap harinya. Kemaren ayam bumbu dan hari ini adalah ikan nila.
"Kalau sumber bahan baku, kita ambil dari suplier lokal, mulai dari beras, ayam, ikan dan lain-lain. Rencana ke depan, kita akan mencoba gandeng BUMDes," kata Rosi.
Dalam menu yang dibagikan saat ini, tidak ada susu. Mengenai ini, Rosi mengatakan pemberian susu setiap hari hanya diberlakukan pada daerah peternakan penghasil susu. Sedangkan untuk daerah bukan peternakan, maka digunakan susu UHT.
"Pemberian susu UHT ini tidak boleh setiap hari, hanya sekali atau dua kali dalam sebulan," kata Rosi Padli.
Hingga sejauh ini, program makan bergizi gratis untuk anak sekolah di Kuansing berjalan dengan baik. Rosi berharap, kebutuhan ompreng segera terpenuhi sehingga bisa meng-cover 3.500 siswa.***