
PEKANBARU, GORIAU.COM - Sindikat pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kembali beraksi di kota Pekanbaru. Bermodalkan sebatang korek api, pelaku berhasil menguras isi tabungan korban senilai Rp17 juta. Modusnya, pelaku menawarkan bantuan sewaktu kartu ATM korban tersangkut atau tertelan.
Darwis (54), menjadi korban pembobolan ATM dengan modus kartu tersangkut. Saat itu, Sabtu (23/5/2015) sore sekitar pukul 16.30 WIB, dirinya hendak mengambil uang di anjungan tunai mandiri Pasar Bawah, keluarahan Kampung Dalam, kecamatan Senapelan.
Informasi yang dihimpun dari Mapolresta Pekanbaru, Senin (25/5/2015), waktu itu Darwis hendak menarik uang tabungannya, namun tidak berhasil lantaran kartu ATM macet dan tersangkut di dalam mesin. Meski sudah berusaha keras, namun kartu korban tak juga kunjung keluar.
Momentum inilah yang kemudian dimanfaatkan pelaku. Ia langsung menghampiri Darwis dan berusaha menolong dengan mencongkel lubang tempat kartu dimasukkan. Tentunya, ini cuma akal-akalan pelaku agar tipu daya nya berjalan sesuai rencana.
Karena tidak juga membuahkan hasil, korban akhirnya menghubungi Call Center yang diduga palsu, yang ditempelkan di mesin ATM. Niatnya, untuk memblokir kartu agar tidak disalahgunakan. Namun lagi-lagi, ini hanyalah akal-akalan pelaku untuk menguras uang tabungan milik korban.
Setelahnya, Darwis beranjak ke Bank tempatnya menabung guna mengurus kartu tersebut. Saat itulah pelaku langsung beraksi dengan menggasak uang korban sebesar Rp17 juta. Sedangkan di Bank, korban diberitahu kalau saldo nya sudah habis ditarik dengan kartu ATM.
Tentusaja Darwis shock, ia langsung bergegas menuju ATM tempat nya mengambil uang tadi. Namun ternyata, pria yang menawarkan bantuan sudah tidak ada. Begitu pula dengan kartu ATM nya juga sudah hilang.
Merasa dirinya sudah jadi korban penipuan, Darwis pun akhirnya melaporkan kasus ini ke Mapolresta Pekanbaru, Minggu (24/5/2015), dengan harapan supaya polisi dapat mengungkap pelakunya. "Kita sudah menerima laporan korban, dan sedang melakukan penyelidikan," terang Wakasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP YE Bambang Dewanto SH.
Adapun kasus pencurian dengan modus mengganjal kartu ATM tersebut bukan kali ini saja terjadi. Untuk itu, Bambang menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap orang yang tidak dikenal, ketika mengalami peristiwa seperti tersebut. (had)