SEOUL - Kecelakaan pesawat Jeju Air dengan nomor penerbangan 7C2216 dari Bangkok, Thailand, menjadi tragedi penerbangan terburuk dalam sejarah modern Korea Selatan. Sebanyak 179 dari 181 orang di dalam pesawat tewas, sementara dua awak berhasil diselamatkan dari bagian belakang pesawat yang terbakar.

Pesawat tersebut jatuh saat mencoba mendarat di Bandara Internasional Muan, sekitar 290 kilometer barat daya Seoul, pada Minggu (29/12). Menurut otoritas, insiden terjadi sekitar pukul 09.03 waktu setempat, saat pesawat tergelincir dari landasan pacu akibat kegagalan roda pendarat, menghantam dinding luar, dan terbakar.

Otoritas pemadam kebakaran menduga kecelakaan disebabkan oleh bird strike, yang merusak roda pendarat pesawat. Pesawat Boeing 737-800 itu sempat berputar di udara sebelum mencoba belly landing, atau pendaratan darurat tanpa roda, yang akhirnya memicu tragedi.

Rekaman video menunjukkan asap hitam tebal membubung dari badan pesawat yang patah menjadi dua, dengan api besar melalapnya. Mesin pesawat di sayap kanan terlihat mengeluarkan asap dan api sebelum upaya pendaratan dilakukan.

Masa Berkabung Nasional

Pelaksana Tugas Presiden Korsel, Choi Sang-mok, mengumumkan masa berkabung nasional selama sepekan, dari Minggu hingga 4 Januari 2025. Pemerintah juga menetapkan wilayah Muan sebagai daerah bencana khusus untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam bagi keluarga yang berduka. Pemerintah akan menyelidiki penyebab pasti kecelakaan ini dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah tragedi serupa di masa depan," ujar Choi dalam konferensi pers.

Seluruh pegawai negeri sipil diminta mengenakan pita berkabung, dan altar peringatan akan didirikan di 17 kota dan provinsi di Korea Selatan.

Kementerian Agraria, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan menyatakan telah mengambil data penerbangan dan perekam suara untuk penyelidikan lebih lanjut. Namun, analisis menyeluruh diperkirakan membutuhkan waktu beberapa bulan hingga setahun untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan.

Tragedi ini menjadi yang terburuk sejak kecelakaan pesawat pada 1993 yang menewaskan 66 orang, mengguncang dunia penerbangan Korea Selatan dan menjadi pengingat penting akan keselamatan udara. (ant)