
BENGKALIS, GORIAU.COM - Kebakaran yang terjadi di Bengkalis sejak awal Februari lalu terus meluas. Untungnya, angin yang mengarah ke Tenggara Selatan, kabut asap tidak terjadi sebagaimana halnya kabupaten/kota lain.
''Asap dibawa angin ke Tenggara Selatan, jadi tempat kita bebas asap. Namun kedepannya tidak tahu, bisa saja berbalik arah,'' ujar kepala BPBD Damkar Bengkals, Moch Jalal kepada wartawan, Jumat (14/2).
Kabut asap memang sempat muncul pekan lalu saat kebakaran mulai terjadi, seperti di Wonosari, Bantan dan Kanjau. Tidak hanya asap, termasuk juga debu-debu sisa kebakaran berterbangan kemana-mana dan membuat perkantoran, rumah warga, serta jalan-jalan menjadi kotor. ''Namun ya mungkin karena angin tadi, sekarang udara Bengkalis bersih dan cukup cerah,'' ujar Jalal.
Terkait kebakaran yang terjadi di Pulau Bengkalis, menurut mantan Kabag Ortal Setdakab ini, ada yang sudah padam. Namun, ada juga yang semakin meluas. Misalnya kebakaran yang terjadi di Kanjau Desa Kelemantan Barat pekan lalu, sekarang sudah meluas ke desa-desa tetangga seperti Desa Teluk Lancar dan Desa Pelkun (pemekaran Desa Kelemantan). Seluruh perkebunan warga sepanjang hampir tiga kilometer dari Kanjau menuju Deluk Lancar luluh lantak dimakan api.
''Kalau perkiraan luasnya sekitar 300-an hektar dimana yang terbakar seperti sawit, karet dan tanaman perkebunan lain,'' ujarnya.
Pihaknya terus stand by di lapangan bersama MPA (Masyarakat Peduli Api) desa setempat, dibantu Satpol PP untuk mengantisipasi api agar tidak merembet ke perumahan warga. Termasuk juga gedung SMAN 3 Bantan yang berjarak sekitar 500-an meter dari titik api  telah dilokalisir sehingga api tidak bisa nyeberang.
''Beruntung di sini (Teluk Lancar) air masih ada sehingga untuk melokalisir api lebih mudah. Kita operasikan sebanyak 3 mesin portabel untuk melokalisir api agar tidak merambat ke perumahan warga,'' ujar Jalal lagi.(jfk)