DURI - Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Jendral Sudirman, khususnya di seputaran Pasar Duri Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau sudah sering kali dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan hingga Kabupaten. Namun para PKL tidak pernah jera, dan tetap kembali dilokasi terlarang bagi PKL itu.

Dari pengakuan para pedagang, mereka tidak pernah takut dengan aksi penertiban yang biasa dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kecamatan Mandau, UPT Dinas Pasar dan Kebersihan, TNI, Polri, dan UPT Dishub Mandau. Karena penertiban yang dilakukan hanya untuk sementara saja.

"Pemkab Bengkalis tidak akan sanggup tertibkan PKL, buktinya saja selama ini setelah ditertibkan kami kembali lagi juga tidak masalah. Tidak ada yang digusur secara paksa. Sebab, akan perlu biaya besar lagi pemerintah jika akan melakukan pengusuran berkali-kali terhadap kami," kata Sari pedagang buah di Trotoar Jalan Jendral Sudirman Duri, kepada GoRiau.com, Jumat (8/4/2016) petang.

Selain itu juga, katanya lagi, tidak ada sanksi yang akan diberikan kepada PKL yang kembali ke badan Jalan. "Jadi untuk apa bertahan berjualan ditempat yang baru jika memang tidak ada untungnya dan sepi pembeli. Seperti buah ini, jika lambat habisnya dia akan busuk. Jadi rugi yang ada saat kami pindah ke tempat yang baru. Baguslah kembali lagi di Pasar ini," ujarnya lagi.

Sari sendiri tidak pungkiri kalau dirinya bersama 400 an pedagang yang juga berjualan di ruas Jalan Jendral Sudirman dan Jalan Suka Ramai sudah menerima dana kompensasi sebesar Rp1 juta dari Dinas Pasar dan Kebersihan pada tahun 2015 lalu.

"Anggap saja saat itu pemerintah mau bagi-bagi rejeki untuk pedagang kaki lima ini. Karena kami memang bergantung hidup pada jualan ini. Walaupun katanya dilarang jualan disini, tapi disinilah putaran jualan kami lebih cepat," tutupnya lagi.

Sementara itu, Kadis Pasar dan Kebersihan Bengkalis, Indra Gunawan saat dihubungi GoRiau.com untuk menanyakan terkait persoalan PKL ini melalui sambungan selulernya tidak ada jawaban. Bahkan, ketika ditanya melalui SMS, juga tidak dijawab hingga berita ini diposting.***