DUMAI-Satu kasus kematian pasien terkonfirmasi positif Covid-19 terjadi di Dumai, Senin (14/2/2022). Selain itu, juga terjadi penambahan kasus baru sebanyak tiga kasus baru.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Dumai, dr. Syaiful, Selasa (15/2/2022), mengatakan, perkembangan Covid-19 di Dumai meningkat beberapa hari belakangan dan sudah terjadi kematian.

"Pasien Covid-19 yang meninggal dunia warga Bagan Keladi, perempuan berusia 68 tahun berinisial A,” ujarnya seperti dilansir Pekanbaru.tribunnews.com, Selasa (15/2/2022).

“Pasien A ini memiliki komorbid dan gangguan paru-paru," imbuh Syaiful.

Dirinya turut mengucapkan belasungkawa semoga almarhumah diterima di sisi sang pencipta, dan ini merupakan duka warga Dumai di tahun 2022. Syaiful menerangkan, pada Senin juga ada lima pasien yang dinyatakan sembuh dan masih harus melakukan protokol kesehatan yang ketat.

Dengan rincian, 10.124 dinyatakan sembuh dan 258 orang meninggal dunia, 53 pasien isolasi mandiri (isoman), dan satu pasien dirawat di rumah sakit.

Syaiful menjelaskan, bahwa kasus positif kebanyakan pelaku perjalanan luar kota, yakni Pulau Bali dan Pulau Jawa.

Ia mengingatkan, dengan adanya peningkatan kasus beberapa hari belakangan membuktikan penyebaran Covid-19 di Kota Dumai masih terjadi.

Syaiful emminta protokol kesehatan atau prokes dijalankan dengan disiplin jangan abai atau kendor. Karena prokes yang benar bisa mencegah penularan Covid-19.
Bukan hanya prokes, Syaiful juga meminta warga yang belum vaksin agar segera melakukan vaksin di fasilitas kesehatan atau layanan vaksin lain. Bagi yang sudah lengkap suntik vaksin 1 dan 2 serta telah melakukan suntik vaksin kedua minimal 6 bulan juga sudah bisa melakukan suntik vaksin ketiga atau booster demi menjaga kekebalan tubuh.

"Saat ini vaksinasi masih berlangsung, kita berharap dengan maksimalnya vaksinasi, maka herd immunity di Dumai bisa terbentuk dengan baik,” imbaunya.

Syaiful juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berpergian keluar kota terlebih dahulu pasalnya saat ini jumlah kasus Covid-19 di beberapa daerah mengalami peningkatan, bahkan kasus aktif kebanyakan dari pelaku perjalanan.***