
TUALANG, GORIAU.COM - Seorang karyawan PT Holcim, Tualang, Siak, Riau ditemukan bunuh diri cara gantung diri dengan menggunakan tali nilon, Selasa (18/6/2013). Peristiwa tersebut diketahui, tadi pagi sekitar pukul 07.0 Wib. Korban gantung diri di rumahnya di Jalan Pertiwi, Desa Pinang Sebatang Timur.
Kapolres Siak AKBP Sugeng Putut Wicaksono melalui Paur Humas Polres Siak Briptu Bastian Ricardo Selasa (18/6/2013) mengatakan korban adalah seorang warga yang bernama Yanto yang juga merupakan warga keturunan.
''Kronologisnya, korban melakukan bunuh diri dengan menggunakan seutas tali nilon plastik warna biru. Korban gantung diri dekat WC dengan tali yang diikatkan pada sebatang besi dan satu buah kursi besi warna merah. Peristiwa gantung diri tersebut pertama diketahui oleh rekannya Aprizal,'' terang Bastian.
Lanjut Bastian pada saat malam kejadian, saksi Aprizal (25) yang merupakan rekan korban karyawan PT Holcim, Alamat Jln. Pertiwi Desa Pinang Sebatang Timur.
''Bersama dengan korban, Yanto menonton TV sampai jam 03 .00 pagi kemudian saksi dan korban tidur didepan TV , Namun pada saat pagi sekitar jam 07.00 Wib, salah seorang rekan saksi bernama Boby Arisandi , 27 tahun, Islam, pekerja PT Holcim, alamat Jalan Pertiwi Desa Pinang Sebatang Timur datang dan menggedor pintu kemudian saksi Aprizal membuka pintu namun pintu terkunci kemudian saksi Aprizal mencari kunci, pada saat itu saksi melihat kearah belakang dan melihat korban Yanto telah tergantung didekat WC,'' jelas Bastian.
Kemudian saksi langsung membuka pintu dan memberitahukan hal tersebut kepada rekannya bahwa Yanto gantung diri. Berdasarkan keterangan saksi Aprizal, korban Yanto ada permasalahan dengan pihak PT Holcim, permasalahan uang sebesar lebih kurang Rp100 juta, yang mana Yanto sebagai sales pernah memberikan hutangan kepada salah satu konsumennya yakni Toko Bangunan Karya Mandiri di Kandis, tapi toko tersebut telah tutup sedangkan bon tidak ada dibayar.
Pada hari Sabtu, tanggal 15 Juni 2013, korban Ynto pergi ke Pekanbaru untuk memenuhi panggilan dari pihak PT Holcim, Bapak David yang merupakan atasan korban sebagai Manager Marketing untuk mempertanggung jawabkan permasalahan uang tersebut. ''Berdasarkan hasil olah TKP, korban murni gantung diri namun akan dilakukan visum dari Puskesmas Tualang,'' ujar Bastian. (sks)