
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Puluhan Hektar kebun dan lahan milik warga Desa Tanjungpadang beberapa hari ini kembali mengalami kebakaran. Bahkan, kebakaran kali ini sudah sangat dekat dengan rumah warga.
Mendapat informasi tentang kejadian itu dari Kades Tanjungpadang, Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, bersama rombongan SKPD usai Musrenbang di kecamatan Tasik Putri Puyu, menyempatkan diri menyaksikan kebakaran di wilayah tersebut.
Bupati Irwan menyampaikan pihaknya berusaha untuk mencari solusi agar kebakaran di sana bisa segera diantisipasi. Bahkan, dia juga mengintruksikan Kadis Sosial untuk segera menyalurkan logistik, seperti makanan dan lain sebagainya kepada masyarakat di sekitar kebakaran.
Mengingat, warga selama lebih kurang sebulan ini belum bisa bekerja karena ikut memadamkan api. Tentunya sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah kabupaten.
Seperti halnya yang disampaikan keluarga Herman dan Haryati yang sudah sekitar seminggu berjaga-jaga dilokasi kebakaran bersama anak-anaknya. Herman berupaya membatasi api agar tidak membakar kebun karet mereka yang lebih kurang 1 hektar.
"Kami sudah seminggu berjaga-jaga. Maklum takut kebun karet kami ini terbakar. Tidur dan makan pun di kami disini (kebunnya, red)," ungkap Haryati yang terus saja menyiram air dilokasi kebakaran.
Pasangan suami isteri beranak empat Itu mengaku kalau kebun karet tersebut satu-satunya sumber mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
"Kebun inilah untuk kami bergantung hidup. Untuk kebutuhan sekolah dua orang anak kami," tutur Haryati lagi.
Dikesempatan yang sama, Bupati Irwan juga meninjau salah satu rumah warga yang nyaris terbakar karena kebakaran tersebut. Beruntung, pemilik rumah dan keluarga berhasil membendung api.
"Terbakarnya mulai jam 1 siang kemarin (Minggu, red) pak. Saat itu kami dirumah, dan dibantu 6 orang keluarga ikut memadamkan api dekat rumah kami," ungkap pemilik rumah.
Kepala Desa Tanjung Padang, Abu Sofian, menyampaikan bahwa kondisi di lapangan (Karhutla) di desanya itu sudah cukup mengkhawatirkan. Masyarakat bersiaga siang dan malam fokus untuk memadamkan api. Dan, diantaranya tidak bekerja.
Dari pantauan, kebakaran di Desa Tanjung Padang kemarin telah meluluh-lantakkan puluhan hektar kebun karet dan sagu milik warga. Sementara itu, masyarakat terlihat bersiaga disetiap titik api agar tidak menjalar lebih luas lagi. Termasuk dari pihak PT RAPP yang ikut mengerahkan tenaga serta alat berat perusahaan untuk mengamankan api.***