
BENGKALIS, GORIAU.COM - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Bengkalis menjadi bencana nasional dengan status tanggap darurat. Kebakaran hebat diatas lahan gambut yang sudah terjadi sejak dua bulan lalu hingga saat ini masih belum padam, meski berbagai upaya telah dilakukan.
''Status karhutla yang terjadi sekarang ini sudah dinyatakan dalam kondisi tanggap darurat dan menjadi bencana nasional. Artinya, semua stake holder terkait harus turun tangan melakukan penanganan, tidak hanya Pemkab Bengkalis, tetapi juga Pemprov Riau dan Pemerintah Pusat serta perusahaan-perusahan,'' ungkap Wakil Bupati Bengkalis Suayatno, Rabu (5/3).
Menurut Wabup, setakat ini upaya pemadaman api masih sia-sia karena luas lahan yang terbakar bukannya berkurang, malah terus meluas. Cukup mengkahwatirkan adalah karhutla yang terjadi Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu (CBGSKBB) sudah memusnahkan 1.500-an hektar. Ditambah lagi dengan lahan milik perorangan dan perusahaan yang sudah melebihi 3 ribu hektar, umumnya terjadi di Kecamatan Bukitbatu dan Siak Kecil.
BPBD-Damkar Bengkalis bekerjasama dengan aparat kepolisian, TNI-AD, Masyarakat Peduli Api (MPA) serta regu pemadam kebakaran (Regdam) perusahaan sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi hasilnya masih nihil. Apalagi lokasi karhutla berada jauh dari jalan lintas dengan medan yang sulit dilalui oleh tim pemadam kebakaran.
''Sangat disesalkan karena dari tahun ke tahun Karhutla seperti menjadi tamu rutin di Kabupaten Bengkalis khususnya dan Riau umumnya. Struktur tanah gambut serta rendahnya kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan di musim kemarau untuk membuka perkebunan, berdampak rusaknya ekosistem bahkan perekonomian dan kesehatan masyarakat,'' papar Wabup.
Wabup menyebut pembakar lahan adalah pelaku kejahatan yang harus diberi sanksi karena menyebabkan rusaknya lingkungan, udara tercemar dengan kabut asap tebal serta terganggunya perekonomian. Aparat penegak diharapkan bisa menangkap para pelaku pembakar lahan yang tidak pernah jera tersebut.(jfk)