KAMPAR – Wilayah Kabupaten Kampar, Riau nihil kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Jumat (1/4/2022). Seluruh kebakaran lahan berhasil dipadamkan pada Kamis (31/3/2022).

Dalam laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, kebakaran terakhir di Dusun V Desa Batu Belah Kecamatan Kampar, Kamis sore. Lahan tidur yang terbakar seluas lebih kurang 2 hektare.

Titik api di kawasan perbukitan itu tak dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat atau mobil pemadam. Di sekitar lokasi juga tidak ditemukan sumber air. Api berhasil dipadamkan dengan jurus libas ranting. Api berhasil dipadamkan.

"Api sudah padam semua. Sampai hari ini, kita belum dapat laporan kejadian karhutla," ungkap Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, Yuricho Efril melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB), Adi Candra Lukita, Jumat (1/4/2022) sore.

Nihilnya karhutla tidak serta merta dapat membuat petugas pemadam berpangku tangan. Candra mengemukakan, pihaknya tetap memantau potensi Kahutla. Terutama di titik rawan.

Menurut dia, prakiraan cuaca menunjukkan bahwa Kampar dan daerah lain di Riau masih diliputi cuaca panas. Ia khawatir dengan hembusan angin yang membawa hawa panas.

Cuaca panas menyebabkan tingkat kekeringan naik. "Tingkat kekeringan kita (Kampar) 80 persen," katanya mengutip paparan dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla Provinsi Riau, Rabu (30/3/2022) lalu.

Ia menjelaskan, hujan diperkirakan turun dalam April ini. Tetapi intensitasnya ringan. Sementara hembusan angin membawa hawa panas, sehingga intensitas hujan belum mampu menurunkan tingkat kekeringan.

"Secara umum, kita di cuaca panas sampai beberapa bulan ke depan. Memang ada hujan, tetapi sedikit," jelasnya.

Menatap penanggulangan karhutla, ia berharap pemadaman dari udara dengan bom air lebih diintensifkan. Lokasi Karhutla di Kampar umumnya perbukitan yang sulit dijangkau.

"Harapan kita kalau di lokasi yang sulit atau tidak bisa dijangkau, helikopter WB (water bombing atau bom air) bisa langsung handle," katanya.***