
PEKANBARU, GORIAU.COM - Terjadi kerancuan data dari kepolisian soal jumlah pelaku pembakar lahan yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun Kapolda Riau Brigjen Condro Kirono membantah danya upaya pengaburan atau "menyicil" hasil penindakan itu.
Sementara itu, sampai saat ini pihak Kepolisian Daerah Riau masih menyelidiki kasus pembakaran lahan yang melibatkan korporasi, sementara 29 orang dari warga telah ditetapkan sebagai tersangka hingga Kamis (6/3/2014). "Sebenarnya ada tujuh perkara dugaan pembakaran lahan yang tengah dalam penyelidikan, satu diantaranya melibatkan perusahaan," kata Kapolda Riau Brigjen Condro Kirono kepada pers di Posko Satuan Tigas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kabut Asap Riau di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru.Kapolda mengaku pihaknya sengaja merahasiakan nama perusahaan tersebut untuk kepentingan penyidik. "Kalau disebutkan takutnya nanti mengganggu upaya penyelidikan yang dilakukan saat ini," katanya.Condro juga menyatakan penyebutkan sebelumnya dimana ada 40 tersangka kasus pembakaran lahan dari masyarakat semuanya belum tuntas. "Kan masih ada yang diselidiki. Kalau dalam penyelidikan itu belum tentu tersangka. Kemarin anggota saya mungkin salah dalam penyampaian data," katanya.Kapolda Riau juga membantah dirinya berusaha untuk mengaburkan informasi terkait jumlah tersangka yang telah ditetapkan dan "menyicilnya" satu persatu ke publik. "Hanya ada salah komunikasi saja," kata dia.Komandan Korem (Danrem) 031 Wirabima Birgjen TNI Prihadi Agus Irianto selaku Komandan Satgas Penanggulangan Bencana Kabut Asap Riau mengatakan, pihaknya sebelumnya juga telah mengerahkan pasukan untuk memburu para perambah hutan di kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil - BUkit Batu dengan cara membakar. "Ada beberapa pelaku yang kami amankan dan telah kami serahkan ke Satgas Penindakan (kepolisian)," katanya.Birgjen TNI Prihadi Agus Irianto mengatakan, pihaknya tidak ada menutup-nutupi perkara kebakaran hutan dan lahan yang terjadi atau menjadi temuan selama operasi. "Saya harap semua pihak juga terbuka, jangan ada upaya untuk mengaburkan situasi sebenarnya," kata dia. (fzr/ant)