
PEKANBARU - Musyawarah Nasional (Munas) Korps HMI-Wati (Kohati) XXII di Pekanbaru, Provinsi Riau, semakin mendekati ujung 'perebutan kursi' kepemimpinan. Diantara 11 kandidat Ketua Umum (Ketum) Kohati Pengurus Besar (PB) HMI, salah satu kader asal Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Damrah optimis untuk menahkodai Kohati Periode 2015-2017.
"Kohati harus memiliki karakter dan memiliki daya saing. Untuk Kohati, Insya Allah saya siap membawa eksistensi Kohati dengan visi "Bergerak Maju Untuk Kohati Berkarakter dan Berdaya Saing". Mohon doanya," ungkap Damrah kepada GoRiau.com, di Pekanbaru, Selasa (1/12/2015) dinihari.
Ia pun bersemangat untuk mengoptimalisasikan peran dan fungsi Kohati sebagai wadah pendidikan dan pelatihan hard skill maupun soft skill. Kemudian, untuk memaksimalkan kemitraan dengan organisasi perempuan maupun pemerintah, kader-kader Kohati harus mendapat pembinaan karakter yang matang.
"Kurikulum latihan khusus kohati (LKK) yang berbasis soft skill/hard skill dan pembinaan karakter akan menjadi perhatian khusus," kata Damrah.
Selain itu, gadis kelahiran Rupe, NTB, ini pun ingin mendokumentasikan profil dan perkembangan Kohati PB HMI sejak periode 1966-2015.
"Kami juga akan mendokumentasikan profil dan perkembangan Kohati PB HMI dari tahun ke tahun, yaitu mulai tahun 1966-2015 sebagai bentuk evaluasi dan pengingat sejarah," tutupnya. ***