PEKANBARU - Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau, Indra Agus Lukman menjawab kekhawatiran masyarakat Kota Pekanbaru yang takut bahwa semburan gas di Pekanbaru akan seperti kasus di Lapindo.

Ditegaskan Indra, apa yang terjadi di Pekanbaru ini sangat jauh berbeda dengan yang di Lapindo, karena di Lapindo semburan lumpur terjadi karena pengeboran gas yang mengalami keterlambatan memasukkan casing.

"Jauh sekali, kalau kasus di Pekanbaru, dari hasil seismik, kandungan H2S cadangan kita ada di kedalaman 200 meter, kalau gas yang sekarang itu gas rawa yang tidak bisa dimanfaatkan, ada di kedalaman 75-100 meter lebih," ujar Indra, Kamis (11/2/2021).

Sebelumnya, Indra Agus Lukman mengucapkan terimakasih atas support dari Komisi IV DPRD Riau dan juga beberapa masukan yang sudah diberikan.

"Alhamdulillah, koordinasi kita kemana saja lancar dan segala bentuk upaya dan persiapan penutupan tidak ada kendala, termasuk oleh masyarakat sekitar yang kebunnya terpakai untuk penanganan ini," kata Indra.

"Untuk persiapan penutupan ini, yang terpenting adalah intensitas semburan yang diharapkan bisa pada level 0, dari data yang ada ada penurunan. Dan kita akan menutup semburan saat semburannya 10 kali per 5 menit," tutupnya. ***