KAMPAR – Kepala Desa (Kades) Tanjung Sawit, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, Two Bagus Parito Pohan memanfaatkan parit di sekeliling kantor desanya tak lagi sekedar saluran air, tetapi menjadi pemandangan yang menarik.

Ribuan ekor ikan diisi di parit. Ada Ikan Koi dan Ikan Komet. Ada juga Ikan Nila, Gurami, Lele dan Gabus.

"Ada sekitar 20.000 ekor ikan. Parit panjangnya ada sekitar 600 meter," ujarnya kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (7/6/2022) malam.

Ide ini mulai diterapkan Two Bagus di tahun keduanya menjabat Kepala Desa Tanjung Sawit. Ia dilantik pada 4 Juli 2018. Kolam sudah dua kali panen. Hasilnya untuk membeli bibit dan pakan.

Two Bagus memang tidak berencana membuat kolam itu menjadi sumber pendapatan desa. Ia hanya ingin memberi contoh kepada masyarakatnya agar memelihara kebersihan lingkungan.

"Supaya masyarakat bisa lihat. Kalau parit bersih, bisa untuk memelihara ikan," jelas pria yang beranjak 39 tahun ini. Lingkungan yang bersih akan menyehatkan. "Nyamuk nggak ada," imbuhnya.

Kala siang, parit itu menjadi pemandangan bagi masyarakat yang berurusan ke kantor desa. Kala malam, ia menghidupkan alun-alun desa menjadi pusat perekonomian masyarakat tempatan sejak Oktober 2021.

Alun-alun dihiasi lampu taman. Ada 15 gerobak kuliner, All Terrain Vehicle (ATV) dan wahana bermain anak-anak, tempat lesehan hingga live music tersedia.

"Kalau malam, di alun-alun ada kuliner, wahana bermain anak-anak dan tempat santai. Sekarang jadi tempat berkunjung keluarga di wilayah Tapung," ujar Kades yang berpenampilan sederhana dan bersahaja.

Pelaku usaha kecil yang mengisi alun-alun memberdayakan masyarakat tempatan. Ada sekitar 60 orang warga yang mendapatkan penghasilan dari alun-alun tersebut. Termasuk petugas parkir.

Ia mengatakan, pengadaan wahana bermain dimodali Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Berbentuk pinjaman dari unit usaha simpan pinjam yang sudah lebih dahulu eksis.

Unit usaha wahana bermain mengangsur pinjaman tersebut. Sehingga nantinya tiap unit usaha mandiri dan berkembang. Akhirnya berpeluang membuka skala usaha yang lebih besar.

Ia menyebutkan, BUMDes Tanjung Sawit kini sudah memiliki empat unit usaha. Terdiri dari simpan pinjam, pengelola alun-alun, pasar dan transportasi.

"Dulu masih satu unit. Sebatas simpan pinjam saja. Sekarang sudah empat unit usaha," katanya.

Khusus bidang transportasi, unit usaha memiliki dua truk mini. Truk tersebut diberdayakan mengangkut material bangunan dan sampah rumah tangga.

Two Bagus mengatakan, BUMDes pun sudah memberi Pendapatan Asli Desa (PAD) yang lumayan.

Di awal dia memimpin, BUMDes memberi bagi hasil kepada Pemerintah Desa hanya sekitar Rp8 juta. Pada 2021, BUMDes memberi PAD sudah mencapai Rp177 juta.

Ia menargetkan PAD dari BUMDes tahun ini sebesar Rp300 juta. Pendapat desa dari badan usaha sudah digunakan untuk berbagai keperluan.

"Membantu pembangunan masjid, musala, menambah insentif perangkat desa seperti RT/RW, untuk lembaga desa seperti LPM. Banyaklah penggunaannya," pungkasnya.

Tanjung Sawit meraih Juara I Lomba Desa Tingkat Provinsi Riau tahun 2021. Desa ini mewakili Kampar di ajang itu.***