PEKANBARU, GORIAU.COM - Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pekanbaru pesimis Cabang Pekanbaru bisa melaksanakan kegiatan kongres ke-29 HMIyang direncanakan digelar pada bulan Agustus tahun ini.

Hal ini disampaikan oleh Sudirman S.Pdi selaku Koordinator Gerakan Kader HMI Menolak Pekanbaru menjadi tuan rumah Kongres pada Jumat (19/6/2015) di Pekanbaru.

''Ada beberapa poin penting yang menjadikan kami selaku kader pesimis cabang Pekanbaru bisa menjadi tuan rumah kongres, poin pertama yakni tentang pendanaan pelaksanaan kongres, anggaran yang harus disiapkan panitia lokal sejumlah Rp2 miliar, itu hanya spekulasi, kecuali kalau sudah tertulis di buku lintang,,'' terang Sudirman.

Poin kedua adalah tentang situasi dan kondisi Cabang Pekanbaru hari ini yang belum stabil setelah terjadi konflik panjang antar kader yang berujung saling lapor kepada pihak kepolisian.

Sudirman melanjutkan, kongres merupakan perhelatan akbar HMI dan sudah pasti akan hadir ribuan kader serta alumni di Pekanbaru, mana mungkin kita mengundang tamu yang jumlahnya ribuan sementara secara fisik dan mental kita tidak siap untuk menerimanya, ungkap Sudirman.

''Atas kondisi tersebut tentunya kami selaku kader pesimis kongres ke-29 HMI bisa terlaksana di Pekanbaru, maka dari itu kami tegaskan bahwa kami kader HMI selingkungan Cabang Pekanbaru menolak Pekanbaru menjadi tuan rumah kongres,'' tegas Sudirman.

Kami meminta dan mendesak PB HMI untuk mengevaluasi kembali hasil Rapat Pleno III PB HMI di Depok pada 3 Juni 2015 lalu yang mana menetapkan Pekanbaru sebagai tuan rumah Kongres.

''Apabila tuntutan kami tidak diterima oleh PB HMI maka dalam waktu dekat kami akan melakukan demonstrasi dan konsolidasi dengan cabang-cabang yang ada diwilayah Riau dan Kepulauan Riau untuk menyuarakan penolakan Pekanbaru menjadi tuan rumah kongres,'' ungkap Sudirman. (rls)