PEKANBARU, GORIAU.COM - Kebakaran hutan kian meluas, polusi kabut asap kian 'menggila', Riau berstatus tanggap darurat, namun anehnya pimpinan otoritas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Said Saqlul Amri malah 'menghilang'.

Said Saqlul tidak hanya sulit ditemui, namun enggan mengangkat telepon wartawan dengan tanpa alasan yang jelas. Berkali-kali sambungan telekomunikasi terputus tanpa jawaban.

Pejabat ini juga jarang berada di kantornya yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Para stafnya mengakui Said begitu penuh dengan kesibukan sejak bencana asap melanda.

Terakhir Said berhasil ditemui sejumlah pewarta dengan secara tak sengaja. Namun dia malah menyatakan bahwa instansi yang dipimpinnya itu telah menyerah untuk menangani kebakaran lahan dan kabut asap yang melanda wilayah tersebut. Status penanganan kabut asap pun dinaikkan menjadi darurat.

"Pada intinya kami sudah menyerah menangani kebakaran asap ini. Kami meminta bantuan ke pemerintah pusat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di Riau," kata Said Saqlul Amri.

Status darurat asap di Riau kata dia berlaku sejak Rabu ini hingga dua pekan kedepan.(fzr)