
PEKANBARU, GORIAU.COM - Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan di berbagai wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Riau tercatat sedikitnya ada 58 ribu balita, atau anak yang masih berusia bawah lima tahun. Mereka sangat terancam terkena radang patu-paru akibat tercemarnya udara dengan kabut asap dampak dari peristiwa kebakaran hutan atau lahan.
Bahkan pihak Dinas Kesehatan Riau, Sabtu (22/6/2013), mencatat sekitar 391 diantara puluhan ribu palita itu telah terserang penyakit tersebut hingga menjadi ancaman keberlangsungan hidup mereka.
"Kami belum dapat memastikan apakah itu karena kabut asap atau disebabkan hal lain. Namun yang jelas setiap harinya memang ada peningkatan jumlah penderita," kata Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Dinkes Riau, Dewani.
Balita-balita yang terserang radang paru-paru atau pneumonia tersebut tersebar di sebanyak enam daerah, terbanyak di Kota Dumai yakni mencapai 140 kasus. Kemudian, menurut data dinkes, ada sekitar 111 balita di Kabupaten Pelalawan juga menderita pneumonia serta di Kabupaten Bengkalis terdata 63 kasus.
Selanjutnya di Kabupaten Kepulauan Meranti sedikitnya 59 balita terkena jenis penyakit yang sama, dan Kabupaten Rokan Hilir tercatat sekitar 15 balita terkena pneumpnia. Terakhir, jenis penyakit radang paru-paru dikabarkan juga menyerang tiga balita anak warga Kabupaten Rokan Hulu.
Dari sebanyak 391 balita penderita radang paru-paru itu, diketahui lima di antaranya dalam kondisi kronis atau mengalami pneumonia berat, seluruhnya berada di Kabupaten Bengkalis.(fzr)