
PEKANBARU - Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau mengalami penurunan yang sangat signifikan. Data pemantauan terbaru mencatat hanya tersisa lima titik panas yang terdeteksi di wilayah ini, Selasa (14/7/2026).
Penurunan jumlah hotspot di Riau memberikan angin segar bagi kualitas udara setempat. Kelima titik tersebut kini hanya tersebar di beberapa daerah, yakni Kota Dumai sebanyak dua titik, disusul Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Kuantan Singingi yang masing-masing menyumbang satu titik panas.
Meski Riau menunjukkan tren positif, Pulau Sumatera secara keseluruhan masih belum sepenuhnya terbebas dari ancaman api. Berdasarkan data pemantauan hingga pukul 23.00 WIB malam sebelumnya, terdapat total 166 titik panas yang mengepung wilayah Sumatera.
Provinsi Sumatera Selatan menduduki posisi tertinggi dengan 47 titik panas. Angka ini disusul oleh Bangka Belitung 36 titik, Bengkulu 26 titik, Lampung 15 titik, Jambi 11 titik, Sumatera Barat 10 titik, Aceh delapan titik, dan Sumatera Utara delapan titik.
"Di Provinsi Riau terpantau lima titik panas yang tersebar di empat kabupaten dan kota. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, meskipun jumlah hotspot mengalami penurunan," papar Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Ranti Kurniati.
Pemerintah bersama instansi terkait terus berupaya menjaga agar angka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak kembali melonjak. Langkah antisipatif dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama agar langit Sumatera, khususnya Riau, tetap bersih dari ancaman kabut asap. ***