PANCUR BATU-  Saat matahari mulai menanjak, es Oyen ini langsung keluar dari peraduannya. Memaksa orang-orang yang saat itu berada di   kawasan Jalan Jamin Ginting Km 18m5  kota Pancur Batu  untuk singgah melepas dahaga.

 Tidak mengecewakan. Selain bisa melepaskan dahaga, rasa es Oyen ini pun sungguh enak. Medi (25) pedagang es Oyen membuka rahasia, bahwa es yang dijualnya menggunakan bahan baku asli, termasuk gula bahkan sirupnya. “Kita tidak gunakan pemanis buatan, jadi saat minum tidak membuat tenggorokan sakit. Rasanya pun enak, ”ungkapnya.

Es oyen yang dijualnya nampak sederhana saja. Isinya terdiri dari jagung manis suir, kolang kaling, agar-agar yang dipotong dadu, cendol,  roti, pepaya dan melon. Bahan-bahan sudah disiapkan di dalam toples kaca yang dipajang di dalam steling.

Saat dipesan, hal yang pertama dilakukan Medi adalah mengisi isi yang terdiri dari jagung manis, kolang-kaling, agar-agar berwarna hijau, pepaya kerok dan melon kerok, barulah kemudian diisi susu kental manis ke dalam gelas plastik dengan ukuran hampir separuh gelas. Kemudian dituang sirup berwarna merah dan terakhir es kristal. Saat diminum, rasanya manis, segar melegakan tenggorokan. Harga yang dibrandol pun murah saja. Pergelasnya Rp 5 Ribu.

Medi menjelaskan tiap harinya ia mampu menjual es Oyennya hingga 200 cup. Es Oyen buka pukul 11.00 tutup hingga pukul 16.00 WIB. Dari usahanya tersebut Medi memperoleh omset sekitar Rp 1 Juta perhari.